Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal : Kembali Main Hari Kamis

[Artikel 106#, kategori futsal] Akhirnya kembali lagi bermain hari Kamis setelah beberapa bulan absen tidak hadir. Ya, semenjak cedera saya memutuskan bermain sekali seminggu saja tiap hari Selasa. Keputusan kembali bermain hari Kamis selain ajakan lagi, juga karena dirasa lutut sepertinya baik-baik saja.

Ternyata main hari Kamis sekarang durasinya sama seperti hari Selasa, sama-sama 3 jam. Eh, atau saya saja yang lupa. Nggak deh, dulu main dari jam 7 sampai jam 9 saja. Sekarang sampai jam 10 malam.

Wajah-wajah baru

Berasa orang baru ketika tiba di sana karena sudah lama tidak bertemu. Hal pertama yang saya kabarin adalah cedera sebagai alasan kenapa tidak pernah datang lagi.

Meski kondisinya sudah baik pun, saya memilih membatasi diri. Dua kali seminggu itu terasa berat, makanya main futsal sebulan terakhir saya habiskan di hari Selasa.

Waktu yang ditunggu tiba juga, saya sudah berada di bawah mistar gawang. Semoga tidak apa-apa pikiran saya berkata dengan waswas. 

Banyak wajah-wajah baru yang terlihat, terutama pemain yang dibawa pak Dosen. Sepertinya mereka adalah mahasiswanya. Pak Dosen memang selalu baik kepada mahasiswanya.

...

Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Alhamdulillah, semua baik-baik saja. Meski permainan terakhir tim yang saya bela kena bantai oleh para mahasiswa yang dari beberapa permainan awal, mereka sering kalah.

Mari pulang, dan beristirahat.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini