Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Mendadak Pompa Air Mati

[Artikel 49#, kategori rumah] Ada-ada saja faktor yang tidak diperhitungkan yang membuat suasana tidak nyaman. Percuma segala persiapan dilakukan hanya gara-gara pompa tidak nyala, semuanya jadi khawatir dan resah. Terpaksa bekerja keras malam hari untuk situasi ini.

Rabu malam (14/12), orang rumah kembali ke Kota Semarang setelah bepergian ke Jakarta beberapa hari. Karena mereka naik kereta api, mau tidak mau rencana tidur lebih awal dibatalkan. Berat rasanya ketika malam sebelumnya sudah dibuat lelah karena futsal (tidur malam lagi).

Pompa mati, sejak kapan?

Semua di luar kendali. Tidak ada peringatan atau hal-hal yang bisa dimengerti secara nalar. Padahal satu hari sebelumnya saya sempat menengok tandon di atas yang saat itu tidak masalah.

Biasanya jika air di rumah mendadak habis, itu karena penghuninya lebih banyak dari biasanya. Jika terjadi begitu, saya selalu memindahkan kabel pompa yang otomatis ke manual. Aman dan lancar dari dulu hingga hari ini.

Namun apa yang terjadi malam Kamis ini, pompanya benar-benar tidak menyala. Entah sejak kapan pompa tidak nyala, mengingat situasinya normal seperti biasanya.

Nasib, saya sedikit berjuang menimba air dari tandon bawah ke dua kamar mandi. Dan bahkan, hingga pagi harinya masih melakukannya.

Mas-mas service yang biasanya memperbaiki bisa dipanggil ke rumah jika pagi hari. Situasi malam di atas jam 11 tidak memungkinkan. 

...

Saya tidak menyangka kejadian seperti ini menimpa. Dan bisa dikatakan ini yang pertama kali buat saya tentang pompa yang mati. Permasalahannya akhirnya terjawab ketika mas service datang, sebelumnya sudah mendatangkan mas service lainnya.

Ternyata, mesin otomatis di pompanya bermasalah. Hanya tinggal dilakukan perbaikan sederhana, semua beres. Tidak ada penggantian mesin yang ingin saya hindari karena pasti mahal.

Pengalaman yang tidak terlupakan pasti.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini