Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Dampak Mini Soccer Terhadap Futsal

[Artikel 115#, kategori futsal] Sudah hampir 3 bulan terakhir ini, rekan-rekan futsal yang rutin bermain mendadak absen alias tidak bermain. Awalnya saya pikir mungkin karena kesibukan atau masalah pribadi. Namun ternyata karena sebagian ada yang aktif di mini soccer.

Perubahan tren dalam olahraga begitu cepat terasa. Padahal 2 tahun belakangan saya sangat menikmati futsal hingga mengubah posisi dari pemain tengah menjadi kiper, sekarang malah ada mini soccer.

Khususnya di Kota Semarang yang terus bertumbuh tempat-tempat baru (mini soccer). Tak ada yang salah sebenarnya. Suatu hari saya mungkin juga akan mencobanya.

Dampak 

Hingga tulisan ini diposting, saya belum sama sekali mencoba bermain di mini soccer. Dari sisi jumlah pemain dan lapangan, tampaknya lebih menantang dan menyenangkan.

Itu nanti, biarkan dulu. Mari bicara tentang dampaknya ke arena futsal yang saya geluti. Bila biasanya main ada banyak tim, 4-5 tim, sekarang hanya ada 2-3 tim saja (1 tim 6 orang).

Karna semakin berkurangnya tim, durasi waktu yang disewa biasanya 3 jam, sekarang terpaksa dipangkas hanya 2 jam. 

Itu melelahkan jika bermain hingga 3 jam dan futsal dikelola dengan bayar patungan tiap pemain. Jadi, dipangkas saja agar tidak nombok juga.

Sangat terasa sekali, bukan? Entah dengan orang-orang futsal lainnya, saya tidak mengerti. Tidak semua akan terkena dampak yang sama.

Umur pemain yang bermain futsal bersama saya rata-rata di atas 30 tahun. Dari sisi fisik juga berpengaruh, tidak heran mereka yang masih berusia di bawahnya akan mencari tantangan yang lebih menyenangkan (mini soccer).

...

Mini soccer adalah tren olahraga yang sedang berkembang. Kota Semarang sendiri juga memiliki beberapa tempat yang menyediakan fasilitas tersebut.

Tiap perubahan, tentu memiliki dampaknya. Kita hanya perlu melihatnya dan memilih untuk bertahan atau mencoba sesekali.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini