Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Mourinho Gagal Membawa AS Roma Juara Liga Europa Musim 2022/2023

[Artikel 6#, kategori Mourinho] Awal bulan Juni dibuka dengan kabar kurang semangat karena pelatih favorit, gagal membawa timnya juara. Padahal harapan besar sudah disematkan. Ya, saya mendadak menjadi pendukung AS Roma karena sosok Mourinho. Sangat disayangkan memang.

AS Roma bertemu Sevilla hari Kamis dini hari (1/6) waktu Indonesia barat. Demi ingin melihat pertandingan, saya terpaksa bangun. Kapan lagi melihat momen secara langsung meski bisa diulang-ulang lewat YouTube.

Gagal juara

Pertandingan sampai harus dilalui dengan babak adu pinalti setelah skor seri 1-1. Ada adegan sampai wasit memberi ulangan pinalti yang membuat saya bingung sendiri dan momen tersebut memberi keriuhan karena Sevilla akhirnya juara.

AS Roma gagal mengawinkan Piala Eropa sebelumnya yang dijuarai tahun lalu. Kekalahan ini juga mencoreng portofolio Mou yang tiap tampil final di Piala Eropa selalu menang. 

Kontroversi

Usai pertandingan, kemenangan Sevilla mendadak tertutup dengan kemarahan Mourinho dan pendukung AS Roma atas kinerja wasit.

Mou sampai menunggu di dekat parkiran untuk mengumpati wasit yang salah satu momen kontroversinya tidak memberi pinalti saat pemain Sevilla tangannya terkena bola atau handsball.

Saya tidak bisa berkomentar apapun di media sosial meski mendukung Mourinho. Menurut saya, itu memang handsball. Entah apa yang dipikirkan wasit yang sampai tidak memeriksa sama sekali VAR untuk protes yang terjadi di lapangan.

...

Tentu, Mou akan menerima kekalahannya jika tidak ada kontroversi. Mungkin semua pelatih juga akan melakukannya jika kalah.

Inilah sepak bola yang terkadang tidak pernah bisa diprediksi. Semoga saja Mourinho masih bertahan di AS Roma, mengingat ada tawaran dari PSG.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini