Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Gen Z di Real Madrid

[Artikel 21#, kategori generasi] Real Madrid juara Liga Champions musim 2023/2024. Dibalik kisah indah tim, bahkan terjatuh paling bawah dengan cerita banyak cedera, ada banyak sosok generasi Z yang menjadi tumpuan Real Madrid musim ini.

Generasi Z yang acapkali dipakai dalam dunia pemasaran sebagai simbol untuk dijadikan patokan mendadak beberapa tahun belakangan terkesan negatif.

Terutama dalam lingkungan pekerjaan, prestasi hingga menjalani kehidupan sehari-hari yang dikatakan lebih unggul dari generasi milenial. 

Lupakan sejenak kesan tersebut, saya tidak ingin bicara hal tersebut lebih jauh. Namun saya ingin apresiasi bagaimana para pemain Madrid yang sekarang dihuni pemain muda dengan umur di bawah 27 tahun. 

Ingat, generasi Z tertua tahun 2024 adalah 27 tahun.

Berikut daftarnya

  1. Vinicius - 23 tahun
  2. Rodrygo - 23 tahun
  3. Bellingham - 20 tahun
  4. Camavinga - 21 tahun
  5. Tchouameni - 24 tahun
  6. Valverde - 25 tahun
  7. Arda Guler - 19 tahun
  8. Brahim Diaz - 24 tahun
  9. Fran Garcia - 24 tahun

Masih ada beberapa nama lainnya, tapi di atas sudah sangat mewakili. Paling muda ada Arda Guler yang baru masuk Real Madrid musim ini. Ia digadang akan menjadi bintang masa depan Madrid.

Dari daftar sejumlah nama di atas, mereka sudah mencicipi gelar juara. Baik domestik maupun Eropa hingga dunia. Di umur segitu, bagaimana dengan dirimu. Saya? Jangan tanya, tak ada prestasi yang bisa dibanggakan.

Manajamen 

Jika bicara pemain muda, tentu semua klub juga memilikinya. Namun bermain di tim besar sekelas Real Madrid yang selalu menuntut juara, itu bisa bikin stress jadinya.

Namun yang terjadi? Tim Gen Z Madrid mampu melakukannya. Bahkan sejak beberapa tahun belakangan ini dan puncaknya tahun 2024.

Semua bisa dilakukan karena manajemen Madrid yang cerdas dan pandai. Lihat saja tim ini setiap bertanding. Tidak ada rasa gugup meski mereka tertinggal atau bermain di final. Mental tim mempengarui semua orang.

Tim ini malah terlihat paling menonjol adalah sisi kekeluargaannya. Sesuatu yang mungkin remeh atau hal normal dilihat bagi pendukung sepak bola, tapi berdampak sangat besar dengan mental para pemain Gen Z.

Kita tahu mental Gen Z sangat rapuh. Meminta lebih tapi tidak ingin bekerja terlalu keras. Jika sudah kena mental, mereka terkadang berulah. Tapi tidak semua, hanya sebagian saja.

Madrid tahu bagaimana memperlakukan pemain mudanya. Termasuk, bagaimana pemain senior yang masih bertahan membimbing mereka. Para senior memahami apa yang dibutuhkan tim. Mereka sudah tidak perlu mengejar prestasi pribadi atau mencari tantangan baru. Toh, kepentingan klub di atas segalanya.

Juara dengan bangga

Selamat buat Real Madrid yang merengkuh juara Liga Champions yang ke-15 kalinya. Sebagai penggemar klub ini semenjak era kepindahan David Beckham, saya selalu mengaguminya.

Kehebatan Madrid yang terlihat sekarang hanyalah buah dari apa yang mereka lakukan di masa lalu. Real Madrid bahkan pernah berada diposisi buruk sebagai tim sebelum akhirnya Mourinho datang memperbaikinya.

Musim ini adalah musim terbaik klub ini bersama Gen Z. Ya, mereka pantas juara dengan sangat bangga.

...

Gen Z, mereka yang begitu meluap-lupa dan selalu ingin dipuja-puja. Selama memahami maksud dan tujuannya, kita bisa mendorongnya untuk berprestasi dan menjadikan mereka simbol masa depan yang menjanjikan.

Hala Madrid!

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini