Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Bunyi Sirine Mobil Ambulans yang Semakin Sering Terdengar

[Artikel 31#, kategori Semarang] Beberapa bulan terakhir, saya sangat memperhatikan mobil ambulans. Baik yang berpapasan atau pun mendengar sirinenya yang hampir setiap saat. Padahal dulu, saya jarang sekali mendengarnya. Mungkin kondisinya yang sedang pandemi jadi alasan mengapa saya begitu jadi perhatian sekarang.

Dini hari tadi, bunyi sirine mobil ambulans sangat jelas masuk ke kuping saya. Meski angin kencang yang mengakibatkan suara-suara, saya hafal betul bunyi tersebut. Tapi kan ini jam berapa! 

Saya menceritakan ini bukan sesuatu yang menganggu. Hanya saja perbedaan dulu dan sekarang jadi hal berarti seakan melihat seseorang bertumbuh tiap waktu.

Beda dulu dan sekarang, kita harus tetap merasakan. Tidak bisa menolaknya dengan menutupi berbagai cara. Anggap saja seperti hujan yang datang saat musim penghujan.

Saya berharap pasien yang berada di dalam mobil ambulans lekas pulih. Dan keluarga diberi ketabahan dan kesabaran. Musibah datang tanpa mengetuk pintu, sudah seharusnya kita selalu sehat dan bersyukur.

Semoga kita semua diberi perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Amin!!

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini