Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Manajemen Air

[Artikel 23#, kategori rumah] Seseorang membuka pintu malam hari saat saya tidur terlelap. Meski begitu, ia tidak bicara dan langsung kembali menutup pintu. Entah apakah ini perasaan atau indera saya yang sensitif. Saya langsung bergegas mengecek seseorang tersebut. Ternyata si pemilik rumah yang mengeluh air habis.

Sudah 5 hari rumah terasa ramai semenjak pemilik rumah datang beserta keluarganya. Dan datang lagi keluarga lain yang semakin menambah rumah ini tidak akan sepi beberapa hari kemudian, kecuali dini hari saat saya mulai beraktivitas.

Kedatangan mereka tentu banyak memberi tawa dan perasaan bahagia. Namun sisi lain, manajemen air yang saya buat rutin, akhirnya terdampak juga. Bila biasanya dalam seminggu saya mengisi air tandon bawah 2 kali seminggu dan nyalain air pompa kurang dari 25 menit setiap hari, kedatangan mereka tentu mengubah segalanya.

Mulai dari nol lagi

Saya tidak mengeluh tentang ini, hanya melihatnya sebagai tantangan saja. Kenyamanan yang telah dibuat, ternyata tidak bertahan lama pada akhirnya. Mulai dari nol lagi untuk mengatur air di rumah.

Harus nyalain air ke tandon setiap hari. Karena manual, pelampungnya rusak, aktivitas saya dini hari selain bekerja adalah menyalain air seminggu terkahir ini.

Sedangkan pompa air juga rusak yang biasanya otomatis nyala sendiri bila air tandon di atas mulai berkurang. Biasanya saya nyalain pagi dan sore, kali ini harus 3 kali sehari. Plus, durasi waktu yang lebih lama dengan timer yang harus tetap terjaga.

Karena kembali ke nol, semua hal yang sudah saya atur tidak bisa digunakan lagi, terkadang masih saja meleset dari perkiraan. Tidak heran, pemilik rumah terkadang kehabisan air saat mandi dan orang-orang lainnya juga.

Saya jadi merasa bersalah ketika air habis meski segala daya upaya sudah dilakukan. Manusia memang tidak ada yang sempurna.

...

Begitulah kehidupan sehari-hari yang dijalani menjelang pergantian tahun baru. Kesenangan dengan suasana sepi sudah tercemar juga. Tidak ada lagi waktu bersantai sambil membaca komik seperti membayangkan di pinggir pantai.

Saya harap semuanya tetap sehat dan berjalan lancar untuk aktivitasnya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini