Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kegiatan Pertama di Bulan Desember 2020

[Artikel 99#, kategori aktivitas] Saya bersyukur Minggu pertama bulan Desember, ada rejeki menghampiri pikir saya. Undangan untuk acara di Kota Lama langsung saya terima saat dikabarin untuk hadir hari Jumat (4/12/2020). Ada konferensi pers di sana. Dan tentu saja, undangan kebanyakan awak media.

Seperti biasa, tiap datang acara, saya pergi menggunakan sepeda. Dalam perjalanan saya memikirkan bagaimana mengatur keuangan setelah mengikuti kegiatan. Saya sangat berharap dari kegiatan ini, setidaknya bisa membeli makan kucing dan kuota bulanan. 

Tidak seberapa memang jumlahnya, tapi selalu bersyukur karena makanan kucing sangat penting untuk dibeli. Setidaknya 2 minggu ke depan tetap aman tanpa harus berhutang.

Sosialisasi buku

Saya tiba lebih awal sebelum acara dimulai. Tentu saja, daftar hadir yang ada di meja panitia masih mulus bersih. Menjadi yang pertama selalu menyenangkan karena bisa dibawa santai. 

Ternyata acara hari ini adalah sosialisasi buku yang menjadi pedoman para pelaku desain tanah air, khususnya mereka yang menjadikan desain sebagai profesi.

Buku yang dibuat sejak tahun 2017, selesai dicetak tahun 2019. Dan tahun ini adalah cetakan kedua kata pembicara yang mewakili Kemenparekraf.

Buku ini menuru saya sangat sakti karena bisa jadi acuan profesi untuk desainer sendiri maupun klien yang ingin menggunakan jasa pelaku desain.

Harapan tinggal harapan. Panitia mengabarkan bahwa setelah selesai acara, harus absen lagi dan mengambil bingkisan yang telah disediakan. Dan itu bukanlah harapan yang saya pikirkan sejak berangkat tadi.

Saya selalu bersyukur tentang apa yang saya peroleh. Ketiadaan itu bukanlah tujuan utama mengapa saya jadi bloger hingga sekarang. Tentu, bisa hadir di sini adalah sebuah nilai dan kepercayaan. Saya sudah bangga mendapatkan apresiasi tersebut.

...

Ini adalah kegiatan pertama di bulan Desember. Semoga ada kegiatan-kegiatan berikutnya yang mau mengundang dotsemarang bisa duduk dengan para awak media. Sesuatu itu bonus, dan semua orang tentu juga berharap demikian.

Terima kasih, Desember. Khsusnya panitia yang mengundang.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini