Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Mendadak Ke Jogja

[Artikel 7#, kategori Jogja] Belum sebulan, sudah harus pergi lagi ke Jogja. Nasib ketika harus mengambil alih pekerjaan yang ditinggalkan seseorang. Ada cerita apa lagi kali ini?

Senin pagi (22/5), saya mendapatkan pesan via WhatsApp dari pemilik rumah yang mengabarkan untuk bersiap pergi ke Jogja. Rencananya besok hari Selasa pagi beliau tiba di Jogja lewat bandara baru.

Karena mulai keseringan bolak-balik Semarang Jogja, saya tidak perlu risau seperti sebelumnya. Hanya saja kali ini harus sendiri. Berbeda sebelumnya yang harus pergi bersama istri anak si pemilik rumah. Kendaraan kali ini yang dipakai adalah si merah (sebelumnya si hitam).

Serba dadakan

Oke, saya siap. Karna masih besok, saya agak santai menjalani hari Senin dulu. Namun mendadak saja dikabarin lagi jika kedatangannya dipercepat menjadi Senin sorenya. Duh..😅

Saya bingung dengan apa yang dipikirkan pemilik rumah, seakan saya tidak ada aktivitas saja. Saya mulai kalut karena aktivitas dotsemarang jadi terganggu.

Apalagi waktunya jadi lebih mepet. Saya harus berangkat dari rumah 3 jam sebelum pesawat tiba di bandara Jogja yang dijadwalkan tiba jam 4 sore. Itu artinya tak ada waktu untuk mengurus dotsemarang.

Politik

Alhamdulillah, saya tiba dengan selamat sampai bandara Jogja Kulon Progo. Bahkan masih ada jeda waktu menunggu sebelum pemilik rumah datang yang kali ini bersama rekannya.

Kali ini kedatangan pemilik rumah ke Jogja bukan untuk berkunjung ke Kota Semarang menengok anak dan cucunya. Melain kepentingan lain yang berbau politik.

Saya hanya bisa jadi pendengar saja karena tidak ingin terlibat apapun yang berhubungan dengan dunia politik. Ilmu saya masih cetek, tak elok ikutan nimbrung. Malah yang ada nanti jadinya tidak nyambung.

...

Saya akhirnya pulang ke Semarang hari Rabu (24/5). Rencana hanya sehari, ternyata sampai 3 hari 2 malam. Saya lega sudah membawa beberapa pakaian lebih untuk menginap.

Hanya saja, aktivitas banyak terganggu seperti bermain futsal dan pekerjaan mengurusin dotsemarang. Semakin ke sini, semakin sulit rasanya menjaga konsisten. Mau gimana lagi.

Sehat selalu buat diri saya seterusnya!

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini