Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Halo Mei 2023

[Artikel 117#, kategori catatan] Selamat datang bulan Mei 2023. Agak terlambat dari biasanya menyapa kali ini. Niatnya ada, keinginannya masih sama. Namun selalu kalah tubuhnya (pikirannya) saat harus memilih prioritas (dotsemarang).

Karena sudah telat beberapa hari, mau tidak mau prioritas tersebut dikesampingkan demi bisa menyapa awal bulan di sini. Apalagi hari (4/5) ini banyak kegiatan, dipastikan terombang-ambing lagi blog dotsemarang dan lainnya.

Sedikit khawatir

Meski tidak sebesar bulan lalu yang sampai harus mengorbankan menjual laptop, perasaan waswas masih menyelimuti pikiran bulan Mei ini.

Mungkin saya bisa aman sekarang untuk melunasi hutang-hutang dari SPinjam, namun tetap saja ada kekhawatiran bila hal buruk terjadi. Maksud saya, tidak ada pemasukan dan bingung mau apa lagi yang dijual untuk menutupin.

Lebaran kemarin saya tidak sangat antusias menyapa keluarga sendiri, khususnya saudara-saudara saya. Kepercayaan yang mereka hancurkan membuat saya sangat sedih. Apalagi itu keluarga sendiri.

Saya tahu bahwa kami memiliki ikatan saudara, tapi bukan itu intinya. Nilai kepercayaan yang saya garis bawahi, apalagi ini bukan kali pertamanya dilakukan. 

Banyak berkorban

Ada banyak momen tak terduga yang terjadi bulan April. Satu sisi itu memberi suka cita, satu sisi ada yang harus dibayar untuk itu semua.

Bila harus memilih kebahagiaan atau kesepian, saya akan memilih kesepian. Kesepian terasa lebih indah karena tidak perlu keluar kota, menyisihkan waktu buat orang lain meski dianggap keluarga, dan tidak perlu respek terharap sesama manusia.

Egois? Entahlah, mungkin bisa dibilang begitu. Tapi untuk pria di umur seperti saya sekarang, saya tidak ingin apa-apa. Saya ingin menyendiri, menikmati waktu demi waktu tanpa ada gangguan saja. 

Mei, saya harap banyak rejeki

Memiliki suasana yang tenang adalah tujuan, sayangnya semua itu terganggu karena masalah hutang. Bulan Mei, saya harap ada rejeki yang datang untuk menutupi hutang-hutang.

Menjadi bloger seperti saya yang hanya mengandalkan experience atau pengalaman, tentunya tidak mudah. Lihat jumlah pendapatan adsen sehari seribu rupiah saja sudah bahagia. Bahkan, itu tidak mudah untuk berada di angka tersebut.

Makanya saya berharap lebih banyak rejeki bulan ini. Amin!

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini