Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ketika Sarapan di Hotel Tapi Lupa Kalau Tidak Ada Fasilitas Sarapan Saat Pesan Kamar Lewat Aplikasi

[Artikel 20#, kategori Lucu] Seumur-umur nginap di hotel, baru kali ini merasa lucu dan sedikit khawatir saat sarapan pagi. Saya pikir nginap di hotel yang letaknya tengah kota dan label bintang 3 pasti dapat fasilitas sarapan. Namun yang terjadi?

Saya merasa geli sendiri dan tertawa sambil mau nangis juga. Dengan langkah percaya diri turun ke bawah menuju ruang sarapan yang jadi satu sama lobi ini, saya mengambil sarapan. Ambil ini, itu dan duduk dengan wajah kelaparan.

Lalu, saya mengabarin kerabat untuk segera sarapan lewat WhatsApp. Duar... salah satu kerabat yang booking hotel baru kasih tahu jika hotel ini dipesan lewat aplikasi tidak include fasilitas sarapan.

Hahaha.... makanan di piring sudah habis. Ini tinggal mau makan roti. Kenapa baru bilang coba. Padahal di kamar saat ngobrol dengan pemilik rumah, disuruh sarapan aja paginya katanya.

Memang tidak masalah, toh, nanti tinggal bayar saja. Jadi, aman kok. Ya, benar sih. Namun tetap saja ini lucu buat saya yang beberapa kali pernah nginap hotel mewah di Jakarta.

Baru pertama kali mendapatkan pengalaman ini. Haha..saya tidak bisa menyembunyikan senyum sedih saya ketika akhirnya kembali ke kamar.

Ada-ada saja ujian kenikmatan.

...

Akhirnya kami memutuskan menginap di salah satu hotel Jogja setelah tiba Selasa kemarin (23/4). Pemilik rumah seperti biasa, pulang ke kota asal lewat Jogja ketimbang Kota Semarang. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini