Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tips Agar Smartphone Tidak Panas Saat Dipakai Untuk Navigasi Saat Berkendara

[Artikel 35#, kategori tips] Fitur bagus belum tentu dapat menjamin hal baik. Itu yang saya rasakan semenjak rumah kedatangan mobil baru karena yang lama sudah diganti. Karena tidak ingin mengulangi masalah harus ganti baterai, akhirnya saya sudah tidak menggunakan fitur tersebut yang ada di Innova Reborn. Terutama untuk navigasi saat berkendara ke luar kota.

Setahun lalu, saya sudah menulis fitur yang ada di Innova Reborn. Layar kedua yang dapat dihubungkan dengan aplikasi Andoid Auto merupakan salah satu kelebihan mobil ini.

Sayangnya, kemampuan smartphone yang saya gunakan untuk menyambungkan ke layar mobil tidak sebagus hape lain. Ya, saya masih menggunakan ASUS Zenfone 5 keluaran tahun 2018.

Memang terhubung membuat layar di mobil terasa lebih lega karena ukurannya besar. Saat digunakan untuk navigasi lewat google map, terasa sangat nyaman.

Hape panas

Beberapa kali digunakan ternyata sangat terasa sekali dampaknya pada hape yang saya pakaikan di sana. Letaknya yang tidak dekat dengan AC meski kendaraan terasa dingin suasana di dalamnya, tidak terdampak sama sekali.

Itu karna colokan kabel USB terhubung dengan layar mobil dan hape terus tersambung. Bahkan, saat pengisiannya sudah penuh saya tidak bisa saya asal lepas karena masih digunakan untuk navigasi. Dilema ingin nyaman tapi malah menderita.

Tips ini akhirnya digunakan

Tidak menggunakan fitur yang tersedia. Begitulah. Yang saya lakukan untuk navigasi adalah hape sendiri. Buka google lalu jalankan. Perbedaannya adalah letak hape yang saya dekatkan dengan AC mobil yang ada di pingir setir seperti gambar di atas.

Hape tetap saya colokkan ke mobil tapi tidak langsung ke fitur yang ada di layar monitor, namun colokan yang biasa digunakan untuk eletrik korek api.

Hape saya tidak panas dan tetap adem, berkendara saya tetap menggunakan navigasi. Sedangkan layar monitor yang tidak digunakan hanya sebagai penyetel saluran radio saja.

Memang adanya fitur di layar monitor mobil bisa digunakan untuk memutar musik Spotify. Tidak perlu deh saya pikir meski bisa dihubungkan juga dengan bluetooth. Saya cari aman saja karena tidak ingin rusak lagi hape saya.

...

Tentu, penggunaan tips ini membuat hape terus menyala ketimbang menyambungkannya ke layar monitor mobil. Semoga saja saya menemukan tips lainnya agar kembali bisa terhubung dengan cara hape tetap adem baterainya.

Jangan suruh saya beli perangkat pendingin di hape, saya lagi bokek. 😅

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini