Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Perempat Final Leg 1 Liga Champions, Real Madrid 3-3 Manchester City

[Artikel 54#, kategori Real Madrid] Lebaran kali ini sangat spesial karena dini harinya menyaksikan pertandingan besar antara Real Madrid melawan City. Entah kenapa perasaan saya benar jika Madrid tidak bisa akan menang melawan City meski momentum di Liga sangat bagus.

Rabu dini hari (10/4), pertandingan yang ditunggu-tunggu akhirnya dimulai juga. Saya sudah bangun lebih awal, yaitu jam 12 malam. Padahal pertandingan baru kick off jam 2 dini hari. Apakah terlalu menunggu?

Kesalahan kecil yang buat fatal

Bermain di stadion kebanggaan dengan dukungan penuh pendukung, harapan untuk menang sangat diharapkan. Sayangnya, Ancelotti kurang detail saat berhadapan dengan Pep yang memang cerdas dalam membuat taktik.

Video di bawah ini bukan rusak, tapi tidak diperbolehkan tayang selain di Youtube. Silahkan klik link yang ada di tengah.

Baru bermain beberapa menit, Lunin sudah melakukan kesalahan fatal. Tendangan bebas menyusur tanah di pojok bawah sisi tak mampu dibendung. Kesalahan posisinya yang salah antisipasi bola membuat efek kejut bagi tim.

Memang, bisa unggul kemudian dan menutup babak pertama dengan skor 2-1. Namun lagi-lagi, kesalahan detail yang tidak mengantisipasi tendangan dari luar kotak pinalti membuat gawang Madrid seakan mudah dibobol.

Haaland memang sukses dikunci pergerakannya, tapi tidak dengan eksplorasi pemain City yang pandai memanfaatkan umpan-umpan pendek.

Seri yang cukup adil

Entah apa yang terjadi dengan banyaknya kesempatan yang diberi. Baik itu Vini, Bellingham, Rodrygo hingga Diaz tak mampu memanfaatkan peluang yang seolah sudah diberikan.

City akhirnya berbalik unggul menjadi 2-3 dengan gol-golnya dari luar kotak pinalti semua. Untunglah Madrid punya mental kuat untuk tidak membiarkan hari raya kami menjadi penuh kegalauan.

Valverde menutup pertandingan dengan gol kerennya usai menerima umpan manis dari Vini. Itu tendangan yang sangat kencang dan kiper tidak dapat bereaksi sama sekali.

Post by @asmaridexter
View on Threads

Rasanya sudah cukup menerima hasil seri kali ini. Karena untuk menang saja masih sulit. Ancelotti tidak belajar dari kesalahannya masih.

Artikel terkait :


Komentar

Postingan populer dari blog ini