Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Piala Usia U-23: Timnas Untuk Pertama Kalinya Kalahkan Korea Selatan

[Artikel 59#, kategori sepakbola] Euforia Timnas U-23 Indonesia usai lolos babak perempat final di Piala Asia U-23 terus menggelora dan berlanjut usai memulangkan Timnas U-23 Korea Selatan lewat babak adu pinalti. Mari catat sejarah ini.

Sudah setahun lebih tidak menulis tentang sepak bola. Terakhir nulis saat Indonesia gagal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Mumpung momentumnya sedang bagus sekarang, sebaiknya saya abadikan saja di blog.

Euforia Timnas

Satu negara sekarang sedang bersuka cita dengan raihan rekor yang diciptakan Timnas U-23 kita karena sukses menembus perempat final pertama kalinya gelaran Piala Asia U-23.

Apalagi semenjak diputuskan lawan berikutnya di perempat final adalah Korea Selatan yang notabene adalah negara pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong.

Lewat drama babak adu pinalti usai tambahan babak extra time yang tidak ada perubahan juga, skornya 2-2, Timnas Indonesia akhirnya sukses mengalahkan Korea Selatan.

Butuh 22 kali penendang untuk bisa lolos, di mana skor akhir pinaltinya adalah 11-10. Arhan sampai 2 kali nendang karena jatah pinalti sudah diputar semua.

Kemenangan ini tentu menjadi tambahan kegembiraan dari yang sudah sebelumnya disorakin (lolos babak grup). Kini, Timnas Indonesia sekali lagi menatap rekor baru lagi apabila bisa lolos babak semifinal dan menuju final.

Kalahkan Timnas U-23 Korea Selatan

Korea Selatan dipandang sebagai tim yang luar biasa karena trak rekornya yang memang keren. Terutama langganan Piala Dunia dan para pemainnya yang sukses di Eropa.

Wajar buat para pemain atau pendukung mengharapkan begitu tinggi saat bisa berhadapan kembali dengan Timnas Korea Selatan meski skalanya umur 23.

Indonesia bahkan dalam 7 pertemuannya semenjak tahun 1991 tidak sekalipun bisa menang melawan Timnas Korea Selatan. Ada momen Timnas kita kena bantai pada tahun 1999 dengan skor 7-0 pada pertandingan kualifikasi Olimpiade saat itu.

Indonesia akhirnya menang perdana di bulan April tahun 2024 dalam lanjutan turnamen Piala Asia U-23. Meski bermain ketat 2-2 dan harus diselesaikan lewat babak adu pinalti, tetap saja yang namanya kemenangan adalah kemenangan.

Hari ini kita boleh sangat bangga dan berharap tinggi pada karir pelatihan STY. Bisakah Indonesia juara? Jika tidak bisa, setidaknya dapat meraih 3 besar yang katanya dapat tiket gratis ke Olimpiade di Paris tahun ini.

📷 Sumber : X/Twitter

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini