Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

🗓️ Halo, September 2026: Kepala Empat, Babak Baru, dan Asa yang Menyala

Hai, September 2026. Selamat datang, babak baru yang selalu ditunggu-tunggu.

Kabar saya sangat baik hari ini. Saya meninggalkan Agustus dengan perasaan senang yang luar biasa, dan semoga aura positif yang sama juga menemani perjalanan saya sepanjang September ini.

Salah satu kebahagiaan paling nyata yang pantas dirayakan adalah lunasnya tagihan di Shopee Pinjam. Meski rasanya belum lega seutuhnya karena masih ada tanggungan lain, pencapaian kecil ini tetap patut disyukuri. Perjuangan melunasinya sungguh luar biasa, apalagi saat harus memutar otak di tengah fase pemasukan yang sempat menyentuh angka nol rupiah. Realistis saja, bertahan di situasi seperti itu butuh mental yang tak biasa.

Rezeki yang Terus Mengalir

Sebenarnya, ada banyak hal menarik yang terjadi di bulan Agustus. Sayangnya, beberapa momen luput terekam dan tak sempat ditulis saking fokusnya saya mengurus dotsemarang. Namun, saya sangat menikmati ritme ini, meski cuaca Kota Semarang belakangan ini masih setia dengan teriknya musim kemarau.

Di bulan September ini, saya menaruh harapan agar pintu rezeki tetap mengalir sama derasnya, atau bahkan lebih besar. Saya memang terbiasa hidup hemat dan mampu bertahan hidup apa adanya. Hanya saja, mari jujur, saya masih punya impian-impian lain yang tentu saja membutuhkan amunisi dana yang tidak sedikit.

September yang Super Sibuk

Saat merilis daftar acara Kota Semarang untuk bulan September di blog dotsemarang, saya langsung sadar: bulan kesembilan ini sepertinya bakal jauh lebih sibuk dari bulan-bulan sebelumnya.

Di sinilah letak dilemanya. Di satu sisi, ada banyak event dan hal menarik yang sangat menggoda untuk diabadikan ke dalam blog. Namun di sisi lain, peluang monetisasinya nyaris tidak ada, terutama dari pihak penyelenggara acara.

Harus diakui, posisi blog sekarang semakin terpinggirkan dari peta media. Pemilik blog sudah jarang dirangkul, seakan dibiarkan meredup dan mati perlahan-lahan tergerus zaman. Kalau sekadar menulis dan posting di platform gratisan, semua orang tentu bisa melakukannya. Tapi, untuk menembus batas akses ke konten eksklusif dan mendapatkan undangan resmi untuk hadir, tidak semua orang punya privilege itu.

Padahal, jika pihak-pihak di luar sana mau berpikir tentang potensi jangka panjang, blog adalah aset evergreen. Kontennya tidak akan pernah usang termakan algoritma meski bertahun-tahun berlalu.

...

Bagaimanapun, selamat datang bulan September. Saya berharap ada banyak kejutan-kejutan baik yang sudah menanti di depan mata.

Pesan terpenting saat ini: sehat-sehat ya, badan. Di usia yang sudah menginjak kepala empat ini, apalagi masih menjalaninya sendiri, kesehatan mutlak menjadi prioritas nomor satu.

Terima kasih sudah bertahan sejauh ini.

Artikel terkait:

Komentar

Postingan populer dari blog ini