Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Halo, September 2025

[Artikel 155#, kategori catatan] Awal September ini langsung terasa seperti tendangan pembuka di lapangan mini soccer. Semangatnya menular, bikin saya ingin menjalani bulan ini dengan penuh energi. Bermain bola di lapangan selalu jadi pelarian terbaik untuk melepas penat. Tapi, di balik kebahagiaan itu, ada kekhawatiran yang setia menanti: tagihan pinjaman online yang harus segera dilunasi.

Pilihan di depan mata tidak mudah. Ambil pinjaman baru lagi, yang artinya tagihan bulanan bakal semakin membengkak? Atau menghubungi si Bapak yang bulan lalu janji manis membantu, tapi ujung-ujungnya cuma berkilah? Saya bingung, tapi hidup harus jalan terus.

Kehilangan Futsal

Ada yang datang, ada pula yang pergi—begitulah hidup. Semakin dewasa, saya semakin paham bahwa hal-hal yang kita sayangi pun bisa lenyap. Kabar duka datang dari lapangan futsal tempat saya biasa bermain setiap Selasa. 

Lapangan itu kini mengikuti jejak lapangan futsal hari Kamis, beralih jadi lapangan padel. Sedih? Jelas. Tapi mau bagaimana lagi.

Untungnya, saya masih punya lapangan mini soccer di Senin malam untuk menyalurkan hobi menangkap bola. Futsal, terima kasih atas tahun-tahun penuh kenangan. Meski pergi, setidaknya saya jadi punya alasan untuk tidur lebih awal dan sedikit menghemat tenaga.

Pengeluaran Tak Terduga

Di tengah keuangan yang sudah pas-pasan, pengeluaran tak terduga selalu jadi momok. Baru-baru ini, penanak nasi portabel yang saya beli lewat Shopee tiba-tiba mati. 

Pilihannya: beli baru atau pakai rice cooker rumah. Kalau beli baru, dompet saya bakal menjerit. Kalau pakai rice cooker rumah, harus berbagi dengan yang lain—aman sih, tapi rasanya kurang nyaman karena harus buru-buru membersihkannya setelah dipakai.

Akhirnya, saya putuskan bawa penanak nasi itu ke tukang servis. Biayanya setengah dari harga beli baru, lumayan hemat. Keputusan kecil ini terasa seperti kemenangan kecil di tengah badai.

Keuangan dan Kesehatan

Di akhir Agustus, saya menimbang berat badan dan tersenyum lega—berat saya naik, normal. Artinya, asupan makanan saya cukup baik, meski menu harian cuma nasi dan tempe rebus yang kadang bikin bosan. Di tengah keterbatasan, bisa sehat adalah anugerah yang saya syukuri dengan ucapan alhamdulillah.

Soal keuangan, saya masih dilema menyambut bulan baru. Utang terasa seperti beban, tapi juga seperti investasi untuk menjaga roda hidup tetap berputar. 

Sebagai blogger, saya merasa aktivitas ini tak jauh beda dengan pelaku bisnis lain yang kadang harus berutang demi menjaga semuanya berjalan. Saya cuma bisa berharap ada keajaiban kecil di perjalanan ini, dan semoga semua baik-baik saja.

Pikiran dan tubuh saya alhamdulillah masih sehat. Setiap orang punya masalah masing-masing, jadi saya belajar untuk tidak terlalu larut dalam drama. Mari kita saling mendoakan agar semua urusan dilancarkan.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga September ini membawa cerita baik untuk kita semua.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berapa Jumlah Penggunaan Kuota Internet Bulananmu?