Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Aib di Metropolitano: Real Madrid Kena Bantai 5-2, Awal Sempurna Xabi Alonso Tercoreng

[Artikel 85#, kategori Real Madrid] Start sempurna Real Madrid di awal musim La Liga 2025/2026 mendadak ambruk total di pekan ke-7. Bukan hanya sekadar kalah, namun kami harus menyaksikan tontonan memilukan saat Derby Madrid kontra Atletico Madrid di markas mereka, Metropolitano. Skor akhir yang terpampang: 5-2 untuk kemenangan Atleti. Angka ini bukan cuma kekalahan, tapi juga tamparan keras yang menjatuhkan harga diri seluruh Madridista.

Debut Pahit Xabi Alonso Dihadiahkan Oleh Sang Rival Sekota

Pelatih baru Madrid, Xabi Alonso, mungkin tak pernah membayangkan bahwa kisah manis debutnya akan dihiasi noda memalukan dari rival sekota. Ya, meskipun kekalahan ini bukan dari Barcelona—yang mungkin "hanya" dianggap sebagai kemalangan biasa—dibantai Atletico Madrid (ATM) dengan skor telak seperti ini jelas menyisakan luka mendalam.

Kami melihat komposisi pemain yang selama ini kami anggap ideal mendadak hancur berantakan. Produktivitas seorang Mbappe memang tak perlu diragukan, dan golnya membuktikan itu. Namun, skema permainan lainnya seolah tidak berjalan sama sekali. Alonso terlihat lupa, bahwa Diego Simeone dan pasukannya selalu punya seribu cara untuk meredam Los Blancos.

Pertahanan Kocar-Kacir, Carreras Demam Panggung?

Gol pertama yang merobek gawang Madrid langsung dicetak oleh ATM, menandai awal penderitaan. Kami harus akui, lini pertahanan tampak kocar-kacir. Penampilan Carreras, yang biasanya memukau, di laga ini seolah mengalami demam panggung. Penderitaan kami bahkan bertambah dengan gol-gol konyol dari tendangan mati.

Madrid sebenarnya sempat memiliki harapan, bahkan sempat membalikkan keadaan. Gol dari si bocah ajaib, Arda Guler, membuat skor sempat menjadi 1-2 di babak pertama. Momen krusial lain adalah ketika ritual kena tiang yang kami anggap sial justru menjadi harapan, saat tendangan Alvarez gagal menjadi gol.

Sayangnya, babak kedua justru mematahkan segala harapan. ATM sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Mentalitas Luntur Setelah Skor Imbang

Saat skor 2-2, motivasi kami untuk menonton babak kedua seketika memudar. Ada firasat negatif yang seakan sudah pasti akan menghampiri. Dan benar saja. Di babak kedua, ATM menghajar Real Madrid tanpa ampun hingga skor akhir berubah menjadi 5-2.

Sakit rasanya melihat papan skor itu. Linimasa X (dulu Twitter) yang biasanya selalu kami pantau, kini menjadi tempat yang malas untuk scroll.

Kekalahan perdana Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid ini adalah pukulan telak. Kami bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi dengan Real Madrid hari ini? Apakah ini hanya bad day atau memang ada masalah fundamental yang harus segera dibenahi?

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Istilah Jam Kerja Hotel; Split atau Double Shift