Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pinjaman Ketiga di Tahun 2025

[Artikel 20#, kategori Keuangan] Kali ini, saya memutuskan untuk mengambil pinjaman lagi, tetapi bukan dari SeaBank Pinjam. Saya beralih ke SPinjam milik Shopee karena pertimbangan biaya yang lebih ringan dan jadwal pembayaran yang baru dimulai bulan depan. Lantas, bagaimana kondisi finansial saya saat ini?

Belakangan ini, saya merasa terbiasa dengan siklus "gali lubang tutup lubang." Meskipun saya menyadari risikonya, saya sulit menolak ketika segala harapan terasa jauh dari kenyataan.

Jika bukan karena terpaksa, saya pun tidak akan mau mengambil pinjaman ini. Terutama karena sejak pinjaman kedua di bulan Mei lalu, cicilan bulanan saya sudah sangat besar. Dengan adanya pinjaman ketiga ini, saya hanya bisa berharap rezeki saya selalu lancar agar bisa terus menambal semua kebutuhan. Saya tetap berjuang dalam kondisi sekarang, terutama dengan profesi saya sebagai blogger.

Jika ditarik mundur, keputusan saya untuk menggunakan pinjaman online berawal dari ulah dua adik saya yang membuat saya terjerumus. Parahnya, mereka tidak menunjukkan rasa tanggung jawab sama sekali dan malah menghilang begitu saja.

Mohon doanya agar saya bisa terus bertahan. Saya tidak butuh nasihat tentang dampak pinjaman online karena saya sudah sangat paham. Jika ada yang bisa membantu, berikanlah saya solusi berupa uang agar saya tidak semakin tenggelam dalam lilitan pinjaman.

...

Pinjaman kali ini lebih besar nominalnya dari pinjaman-pinjaman sebelumnya. Hanya saja cicilannya tidak terlalu tinggi dan tidak jauh beda dengan pinjaman sebelumnya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini