Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pinjaman Kedua di Tahun 2025

[Artikel 15#, kategori Keuangan] Benar-benar tidak ada pilihan dan saya melakukannya yang seharusnya tidak dilakukan. Bebannya lebih besar. Dan saya harap dapat melewatinya kelak apabila yang dikhawatirkan terjadi.

Keuangan saya benar-benar semakin rusak. Niat baik saya ingin membantu orang tua, si Bapak, malah berujung nestapa. Beliau terus beralasan ingin mengembalikan dan juga dengan meng-imingi nominal besar nantinya saat sudah waktunya.

Kenyataannya, saya terdesak. Waktu bayar pinjaman online tiap bulan sudah diujung tanduk. Uang yang diharapkan kembali untuk memberi nafas sesaat juga tak kunjung datang.

Akhirnya memutuskan gali lubang tutup lubang kembali. Mari kita catat hari ini, 7 Mei 2025. Jika dihitung-hitung, uang pinjol ini akan berakhir masa pinjamnya tahun depan. Dan ini pinjaman kedua tahun 2025. Benar-benar kudu bayar double. 

Dan uang ini akan hanya bertahan hingga bulan Agustus jika sampai saya masih tidak ada pemasukan. Saya malu kepada diri sendiri, apakah jalan ini yang saya harus jalanin di umur segini.

Semoga saja ada rejeki masuk sepanjang tahun 2025. Saya sangat harap-harap cemas. Profesi saya sebagai bloger benar-benar tidak menguntungkan dari sisi keuangan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini