Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Semangat Bapak-bapak Bermain Mini Soccer!

[Artikel 6#, kategori mini soccer] Awal bulan Mei tidak mengira akan seberuntung ini bisa berpartisipasi bermain mini soccer. Apalagi penanggalannya berwarna merah. Yang berarti sebagian orang-orang seharusnya bisa liburan di rumah.

Namun yang terjadi, pagi-pagi sekali saya sudah tiba di lapangan mini soccer Semarang atas. Tim yang punya nama Frei FC memang selalu memanfaatkan hari libur dalam berkegiatannya.

Kami bermain jam 6 pagi sampai jam 8 menjelang sedikit siang. Waktu yang penuh semangat ditambah udara segar perbukitan yang berada di sekitar kawasan Candi Golf.

Menolak menyerah

Jika paginya sebagian besar adalah bapak-bapak muda antara 30-40'an. Maka malam harinya, kembali lanjut main mini soccer, kurang lebih sama. Namun ada satu bapak-bapak yang mencuri perhatian saya.

Beliau sudah berumur 55 tahun. Datang bersama putranya yang mungkin umur 25'an atau kurang dari itu. Semangat bermainnya luar biasa.

Sama seperti Frei FC, klub Kamis malam yang biasa saya ikuti kali ini juga karena momen hari libur sebagai alasan main mini soccer. Karena biasanya, tim hari Kamis lebih condong main futsal saja secara rutin.

Kami bermain dari jam 6 malam dan seharusnya berakhir jam 8 malam. Namun ada permintaan untuk menambah 1 jam lagi. Sehingga total kami bermain 3 jam kali ini.

Nah, di sini saya melihat si Bapak itu yang masih saja bermain hingga selesai. Saya saja sudah menyerah main hingga pukul 8 malam.

Memang sih bergantian dengan durasi minimal 15 menit tiap main. Hanya saja, si Bapak tetap enerjik di lapangan. Cara bermain pun bukan kaleng-kaleng. Seperti pernah bermain sepak bola di tim profesional.

Ah, jadi malu melihat ke diri sendiri. Padahal masih kepala 30'an. Ah sudahlah, main bola di umur sekarang anggap saja untuk bersenang-senang. Berkompetisi sudah lewat, tak perlu keras kepala.

Sehat selalu buat kita semua yang masih bisa menyempatkan berolahraga. Apapun itu. Tak peduli umur, yang penting ada di lingkaran yang tepat. Tanpa itu, niat saja sangat sulit didapat.

Terima kasih banyak buat rekan bermain yang selalu mengajak saya untuk terus berpartisipasi.

Artikel terkait :

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger