Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal Hari Kamis : Mini Soccer-an Dulu

[Artikel 5#, kategori mini soccer] Semakin ke sini, gairah main mini soccer tim main hari Kamis semakin besar. Terutama apabila ada kalender merah atau hari libur, agenda mini soccer pasti jadi pilihan. Kamis terakhir di bulan Maret, tim memutuskan mini soccer-an dulu.

Tentu, ini adalah kabar yang menyenangkan. Saya tidak menampiknya meski akan dibuat ribet untuk akses transportasinya. Lapangan yang disewa pilihannya ada di Semarang bagian atas dan itu berarti saya sulit membawa sepeda seperti sedang bermain futsal biasanya.

Mau tidak mau sedikit berkorban, toh sudah difasilitasi dapat ikut bermain. Yang penting mau datang dan bersenang-senang bareng.

Gawang mini soccer yang terlalu besar

Dalam beberapa tahun, posisi saya sebagai kiper sudah mantap apabila main mini soccer. Entah itu bersama tim hari Selasa maupun hari Kamis. Ya, sesekali jika ada kesempatan bermain bukan sebagai kiper, saya pasti lebih menyukainya.

Nah, kesenangan menjadi kiper futsal rupanya sulit dilakukan saat menjadi penjaga gawang untuk mini soccer. Kamis malam kemarin (27/3), kami bermain di lapangan Orso Jangli. Ini kali keduanya saya datang ke sini.

Rasanya untuk pemain berukuran mini, tertawa, ukuran gawangnya sangat besar. Terutama lebar gawang yang sangat panjang. Kalau ukuran tinggi tak perlu ditanyakan, tangan saya pasti sulit menyentuh tiang meski sudah melompat.

Kekurangan tersebut rupanya sukses dimanfaatkan betul oleh rekan-rekan yang menjadi lawan. Beberapa orang yang saya tahu betul karakternya sulit mencetak gol juga seakan bersenang-senang atas penderitaan yang saya alami.

Ya, mereka yang sukses mencetak gol menyarangkan bola ke pojok-pojok tiang jauh gawang yang saya jaga. Itu adalah kekalahan saya yang benar-benar memalukan.

Saya sebenarnya sudah memaksimalkan kekurangan tersebut dengan mengambil langkah menutup pergerakan bola yang dibawa ke depan gawang. Beberapa kali bahkan sukses menggagalkan peluang lawan yang akan mencetak gol.

Tapi, ada saja yang lolos karena kesalaha kecil. Bola mini soccer yang ukurannya lebih besar dari ukuran bola futsal memang menyebalkan. Kok bisa lepas sih dari tangan kata saya dalam hati saat ada rekan sukses menceploskan bola ke gawang yang saya jaga.

Nebeng pulang bareng teman

Saya benar-benar beruntung mengenal rekan-rekan yang mengajak bermain, entah itu futsal atau mini soccer. Tanpa bantuan mereka, mungkin saya hanya akan jadi manusia yang menghabiskan waktu mendekam di dalam kamar saja tiap malam.

Bantuan mereka saya harap dapat dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa. Selain diringankan oleh iuran tiap bermain, terkadang saya akan nebeng pulang bersama salah satu rekan.

Seperti yang dilakukan tiap bermain mini soccer. Jika lapangannya bisa diakses dengan hanya bersepeda, tentu saya akan memilih bersepeda saja. Tapi, akses lapangan mini soccer identik dengan jaraknya yang jauh atau ada di Semarang bagian atas.

Terkadang memalukan jika diingat umur sekarang yang masih saja menganggap keberuntungan adalah salah satu kemampuan. Yang dapat saya lakukan hanyalah dengan memaksimalkan totalitas bermain saja agar dapat membayar kepercayaan mereka.

...

Futsal rutin di bulan Maret resmi berakhir dan diakhiri dengan bermain mini soccer pada hari Kamis malam. Alhamdulillah, tidak ada yang cedera dan semua happy.

Beberapa orang yang selama ini rutin juga bermain makin ke sini terlihat perkembangannya. Saya senang bisa mengamati orang-orang berpotensi.

Ya, meski bermain bola ini hanya untuk bersenang-senang. Bukan mencari talenta terbaik untuk membangun tim profesional.

Terima kasih bulan Maret dan orang-orang baik. Sampai jumpa bulan berikutnya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger