Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ketika Anak Pesantren Bermain Futsal?

[Artikel 166#, kategori futsal] Ada pemandangan menarik usai waktu bermain kami telah usai pukul 9 malam, Selasa kemarin (18/3). Sekumpulan remaja pria yang sudah memasuki lapangan, beberapa orang terlihat menggunakan sarung. Kirain bakal dilepas karena tim mereka belum lengkap. Eh, pas sudah main???

Sarung yang mereka kenakan rupanya tetap dikenakan. Tak ada yang aneh sebenarnya, hanya saja itu berbeda dan menarik dilihat.

Bahkan, ada yang terlihat menonjol diantara mereka meski tetap menggunakan sarung. Apakah karna terbiasa? Skill bermainnya mirip Messi, kaki kidal. Saya jika disuruh memakainya pun, bakal kesulitan.

Anak Pesantren

Awalnya saya mengira mereka anak kampung di sekitar yang datang ke lapangan usai sholat terawih. Usut punya usut, mereka ternyata adalah anak pesantren.

Sempat terkejut sedikit. Namun yang lebih buat terkejut adalah kehadiran angkot yang terparkir di depan bangunan gedung futsal. Lho, tumbenan.

Saat ditanyakan sama orang yang berjaga parkir lapangan futsal, angkot tersebut katanya adalah yang membawa anak-anak pesantren datang ke sini.

Wow, istimewa. Niat mereka ingin bermain futsal sangatlah perlu diapresiasi. Tidak mudah pastinya menuju ke lapangan di sini karena jarak mereka yang mungkin agak jauh.

Saya sangat respect terhadap kesungguhan mereka. Saya harap bisa melihat mereka lagi minggu depan atau waktu berikutnya. Meski rasanya itu sulit karena mereka pasti disibukkan dengan kegiatan mondok.

Tetaplah sehat dan berkeringat.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger