Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal Kamis Masih ditemanin hujan

[Artikel 164#, kategori futsal] Setelah Selasa malam kemarin pulang kehujanan, hari Kamisnya (5/2), eh berangkatnya masih ditemanin hujan. Apakah masih berkah imlek?

Diantara banyaknya bola yang bisa dihadang, ada satu momen yang mungkin akan lama dikenang. Momen yang seharusnya tidak perlu berjuang sekuat tenaga, toh ini hanya having fun.

Jadi, setelah sukses menghadang pemain lawan melesakkan bola. Eh, bolanya ketepis ke pemain lawan lainnya. Jarak kurang dari 2 meter yang sudah saya tinggalin dari gawang terasa lubang besar yang seharusnya dimanfaatkan lawan untuk segera menendang. Gawang sudah kosong, posisi saya sebagai kiper ada di kanan.

Hanya persekian detik untuk memutuskan apakah harus menerjang ke arah gawang atau membiarkan bola diceplos dengan mudah.

Tidak dong, naluri saya berkata untuk segera membalikkan badan dan menerjang arah bola yang ditendang. Dan benar! Keputusan menutup arah bola sukses membuat bolanya berubah arah dan menjadi tendangan sudut saja.

Tapi, jari tengah dan manis saya seakan mau patah. Saya tidak mengepal saat menepis bola sambil sedikit terbang ala-ala superman. Untung saja itu hanya nyeri biasa, paling dikasih balsem beberapa hari kemudian sudah normal.

Saya luar biasa untuk sesaat. Memuji diri sendiri. 😅

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini