Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kembali Mengonsumsi Quaker di Tahun 2025

[Artikel 14#, kategori Produk] Saya tidak sengaja sebenarnya kembali membelinya usai melihat harganya yang lagi promo di bawah 40 ribu. Kebenaran, saya sedang di minimarket yang jauh dari tempat tinggal untuk mendatangi acara di Mal Tentrem di akhir pekan, Sabtu kemarin (1/2).

Quaker, nama produk yang familiar karena saya pernah mengonsumsinya pada tahun 2020. Bahkan, menemukan produk serupa namun harga lebih murah. Entah kenapa akhirnya saya berhenti memakan produk dari gandum tersebut.

Kini, pikiran saya mendadak diajak berpikir keras. Menimbang segala hal demi meringankan pengeluaran bulanan. Dengan pertimbangan tersebut, saya membawanya ke meja kasir dan membayarnya di sana.

Tidak ada timun bulan Februari

Karena sudah membeli Quaker, saya berinisiatif tidak membeli timun yang biasanya membelinya tiap minggu. Harganya 7 ribu dan dikonsumsi selama sepekan.

Karena tujuannya mengincar serat, maka adanya Quaker bisa menutupin kebutuhan serat di tubuh saya. Apalagi makan timun 1 hari sekali akhir-akhir ini tidak mampu membuat saya merasa nyaman saat pergi ke toilet.

Mungkin ini solusi pendeknya dan juga bagaimana saya mengatur pengeluaran. Ya, semoga saja ini sesuai harapan dan saya bisa lebih hemat lagi.

📝 Update 18 Februari : Lagi-lagi di luar harapan yang tidak terbukti. Niatnya ingin melewati bulan Februari dengan Quaker. Eh, pertengahan bulan sudah habis aja. Gagal lagi deh.

Ya, rencananya dimakan untuk memenuhi serat saja sehingga makannya pelan-pelan. Tapi seiring waktu, malah sering kelaparan dan terpaksa dimakan. Ketimbang beli jajan lagi, yasudah akal pikiran mengiya-iyakan saja.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini