Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal di Bulan Puasa, Berangkat Lebih Cepat

[Artikel 165#, kategori futsal] Seperti biasa dan tahun-tahun sebelumnya, aktivitas futsal tidak pernah libur. Termasuk momen-momen seperti puasa kali ini. Ya, kecuali harinya barengan dengan Hari Besar Keagamaan, itu pasti libur. Selamat datang di bulan Maret untuk orang-orang yang masih bermain futsal.

Mengawali futsal di bulan puasa yang barengan awal bulan Maret jatuh pada hari Selasa, tanggal 4 Maret 2025. Kota Semarang alhamdulillah cerah awal bulan.

Saya sendiri sudah keluar dari rumah dari sore hari karena sudah dijadwalkan untuk buka puasa di Masjid Pekojan kali ini. Kebenaran jaraknya masih mudah dijangkau dengan bersepeda. Sehingga langsung bawa peralatan olahraga saat ke masjid.

Sudah dari awal puasa saya berkegiatan dari sore ke masjid-masjid. Kecuali hari Seninnya, tanggal 3 Maret yang menghadiri undangan dari hotel Harris Semarang. 

Datang pertama

Tiba di lapangan, saya jadi orang pertama yang duluan sampai. Maklum, usai berbuka puasa dan sholat, saya langsung bergegas ke tempat bermain futsal.

Dilihat dari jam sebenarnya pas saja waktunya, yaitu jam 7 malam. Namun malah belum pada datang yang lain. Ya, tidak masalah. Bisa agak santai untuk persiapan sebelum main.

Minggu pertama, orang-orang yang hadir kurang dari 20 orang. Jadinya hanya ada 2 tim dan beberapa orang yang jadi cadangan menunggu giliran.

Entah kenapa tidak sebanyak minggu sebelumnya yang datang sampai 4 tim (1 tim ada 6 pemain). Apakah karena sebagian orang sedang berpuasa? Alasan bagus memang untuk tidak pergi karena kondisi tubuh yang banyak kehilangan tenaga karena haus mendera.

Mari bermain saja dan saya sudahi sampai sini dulu ceritanya. Lanjut besok lagi.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger