Catatan

Pria (Tidak) Berharga

Gambar
Saya melihat teman lama yang perutnya membuncit sedang menggendong anaknya. Terlihat senyumnya yang lepas seakan mengatakan bahwa dialah yang paling bahagia di dunia ini. Sebuah pesan kepada para lelaki bahwa ia sudah tiba digaris akhir seorang pria sukses. Lalu, kapan kamu? Entahlah, saya juga bingung mengapa saya berjalan tidak pada semestinya seperti para pria lainnya yang kerap kali membagikan momen-momen bahagianya dengan pasangan dan anak kesayangannya. Memiliki istri yang rupawan, apalagi setia, cakep tuh disebut keluarga kecil yang bahagia. Inilah kekurangan pada diri saya yang mengaku hebat dalam konsistensi, tapi sulit ekonomi. Pria (tidak) berharga Saya kembali memulai perjalanan baru sebagai pria yang kini menginjak usia 38 tahun. Apa yang akan terjadi sepanjang tahun, saya harap itu sangat berharga.  Di umur sekarang ini, saya percaya bahwa 'laki-laki sukses ada keluarga dibelakangnya yang hebat'. Saya merenung sesaat, andai saja saya bisa kembali mengulang waktu s...

Futsal di Bulan Puasa, Berangkat Lebih Cepat

[Artikel 165#, kategori futsal] Seperti biasa dan tahun-tahun sebelumnya, aktivitas futsal tidak pernah libur. Termasuk momen-momen seperti puasa kali ini. Ya, kecuali harinya barengan dengan Hari Besar Keagamaan, itu pasti libur. Selamat datang di bulan Maret untuk orang-orang yang masih bermain futsal.

Mengawali futsal di bulan puasa yang barengan awal bulan Maret jatuh pada hari Selasa, tanggal 4 Maret 2025. Kota Semarang alhamdulillah cerah awal bulan.

Saya sendiri sudah keluar dari rumah dari sore hari karena sudah dijadwalkan untuk buka puasa di Masjid Pekojan kali ini. Kebenaran jaraknya masih mudah dijangkau dengan bersepeda. Sehingga langsung bawa peralatan olahraga saat ke masjid.

Sudah dari awal puasa saya berkegiatan dari sore ke masjid-masjid. Kecuali hari Seninnya, tanggal 3 Maret yang menghadiri undangan dari hotel Harris Semarang. 

Datang pertama

Tiba di lapangan, saya jadi orang pertama yang duluan sampai. Maklum, usai berbuka puasa dan sholat, saya langsung bergegas ke tempat bermain futsal.

Dilihat dari jam sebenarnya pas saja waktunya, yaitu jam 7 malam. Namun malah belum pada datang yang lain. Ya, tidak masalah. Bisa agak santai untuk persiapan sebelum main.

Minggu pertama, orang-orang yang hadir kurang dari 20 orang. Jadinya hanya ada 2 tim dan beberapa orang yang jadi cadangan menunggu giliran.

Entah kenapa tidak sebanyak minggu sebelumnya yang datang sampai 4 tim (1 tim ada 6 pemain). Apakah karena sebagian orang sedang berpuasa? Alasan bagus memang untuk tidak pergi karena kondisi tubuh yang banyak kehilangan tenaga karena haus mendera.

Mari bermain saja dan saya sudahi sampai sini dulu ceritanya. Lanjut besok lagi.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Istilah Cinephile

Akhirnya Mereka Mudik Juga

Sifat Buruknya Pria 29 Tahun

[Review] One Day, Film Korea Tentang Pertemuan Pria dengan Wanita Koma yang Menjadi Roh