Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Alhamdulillah, Bisa Makan Opor Ayam di Bulan Puasa


[Artikel 2#, kategori makanan] Bukan lebaran seperti yang didamba-dambakan, melainkan bulan puasa dari sebuah masjid. Bersyukur sekali bisa makan opor ayam lebih cepat dari yang diharapkan. Maklum, lebaran memang identik dengan makanan kaldu berwarna kuning ini. 

Rabu malam (26 Maret), usai menjalankan ibadah sholat Maghrib, seperti biasanya saya langsung bergegas menuju ruang khusus sisi lain dari ruangan utama Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Nasi kotak yang didapat sebelum waktu berbuka sudah tak tertahankan untuk disantap. Gairah laparnya lebih besar dari malam-malam sebelumnya. Ya, itu hanya karena menu kali ini adalah Opor Ayam.

Sudah beberapa kali saya menulis tentang hidangan ini di blog. Terutama menjelang lebaran. Alasannya sederhana mengapa saya jarang makan opor. Selain tidak bisa memasak, juga lagi sendiri saat lebaran.

Mendapatkannya sebelum lebaran, tentu adalah anugerah. Meski porsinya juga tidak banyak dan saya lebih menyukai bagian dada apabila ada pilihan. Sayangnya, itu tidak diperbolehkan.

Dikasih saja syukur, malah mau minta lebih.

...

Nasi kotak ini diberikan kepada jamaah yang berbuka puasa di MAJT. Tiap hari, menunya selalu berganti-ganti.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga Kopi Sachet Nescafe Classic Naik ?