Postingan

Catatan

Pria Tidak Berdaya

Gambar
Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat.  Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...

⚽ Cedera Jari Manis yang Tak Terduga

Gambar
[ Artikel 18#, kategori mini soccer ] Setiap kali selesai menunaikan ibadah Maghrib, saya selalu menyempatkan diri untuk berdoa sebelum berangkat ke lapangan hijau. Harapannya sederhana: diberi keselamatan, dijauhkan dari cedera, dan kembali ke kamar dalam kondisi utuh tanpa kurang satu apa pun. Namun, kenyataannya berkata lain. Harapan tersebut tidak sepenuhnya terkabul malam itu; jari manis tangan kanan saya justru mengalami cedera saat bermain Senin malam (12/1). Kronologi yang Sedikit Konyol Jika dibayangkan, mungkin orang akan mengira cedera ini terjadi karena benturan keras antar pemain atau aksi heroik saya saat terbang menepis bola layaknya kiper profesional. Nyatanya? Jauh dari kesan heroik. Ada cerita menarik, atau lebih tepatnya konyol, di balik cedera ini. Jari manis saya terkilir bukan karena kontak fisik, melainkan karena tersangkut rumput lapangan saat saya berusaha menangkap bola. Terdengar lucu, memang, tapi itulah realita yang saya hadapi. Meski merasa sedikit ko...

🚨 Akhir Prematur Xabi Alonso di Real Madrid: Mengapa Ia Gagal?

Gambar
[ Artikel 90#, kategori Real Madrid ] Kabar mengejutkan menghampiri para pendukung Real Madrid pagi ini, Selasa (13/1). Hanya berselang sehari setelah kekalahan menyakitkan dari Barcelona di Final Piala Super Spanyol, klub resmi mengumumkan perpisahan dengan Xabi Alonso. Sebuah keputusan yang langsung memicu riuh di berbagai platform media sosial. Sebenarnya tak mengejutkan sama sekali karena sudah ditandai usai kalah lawan manchester City di Liga Champions bulan Desember kemarin. Saya melihat kekalahan dari rival abadi menjadi titik nadir yang tak terelakkan. Andaikan trofi itu berhasil diraih, mungkin napas Xabi di kursi kepelatihan sedikit lebih panjang. Namun, tekanan di klub sebesar Real Madrid memang tidak mengenal kompromi. Menariknya, manajemen seolah memberikan restu instan saat Xabi mengajukan pengunduran diri—sesuatu yang mungkin tak terjadi jika lawannya bukan Barcelona. Filosofi yang Terbentur Ego Bintang Sejujurnya, tidak ada yang salah dengan ambisi Xabi. Ia datang denga...

🏠 Harapan yang Menepi di Awal Tahun

Gambar
[ Artikel 24#, kategori Keuangan ] Awal tahun 2026 ini terasa sedikit berbeda. Saat sedang menempuh perjalanan menuju sebuah acara, ponsel saya bergetar. Karena kebetulan jalanan sedang sepi, saya memutuskan menepi sejenak untuk memeriksa WhatsApp. Ada dua pesan masuk dari nama yang sangat familiar: pemilik rumah—atau lebih tepatnya, keluarga sendiri. Isi pesannya seragam, menanyakan kontak seseorang yang berkaitan dengan urusan perumahan. Jujur, ada sedikit debar di hati. Apakah ini pertanda baik? Dengan sabar, saya cari kontak yang dimaksud, mengirimkannya kembali, dan melanjutkan perjalanan dengan sejuta spekulasi di kepala. Ternyata Memang "Nothing" Saya sempat mengira instruksi tadi adalah pembuka untuk kabar baik lainnya. Namun, setelah ditunggu, ternyata memang tidak ada apa-apa. Termasuk rutinitas kecil yang biasanya ada: jatah bulanan . Biasanya, si bungsu—anak pemilik rumah—rutin membagikan paket kecil berisi mie instan, kopi, atau teh . Namun, hingga detik ini, su...

🌾 Harga Beras SPHP Mulai Merangkak Naik: Sebuah Pelajaran Tentang Kesetiaan

Gambar
[ Artikel 16#, kategori Produk ] Padahal baru beberapa bulan lalu saya memberikan pujian, tapi nyatanya sekarang harga sudah berubah. Inikah yang disebut sebagai hukum ekonomi? Ketika permintaan terus mengalir tanpa henti, nilai sebuah produk pun perlahan naik. Rasanya agak sedih, meski kenaikannya tidak seberapa, namun bagi konsumen yang mengedepankan efisiensi anggaran, setiap rupiah tentu punya cerita. Pengalaman Membeli Beras di Warung "Modern" Awal Januari 2026, saya kembali membeli beras SPHP. Pilihan saya jatuh pada sebuah warung sembako langganan. Tempatnya tidak besar, bahkan cenderung mungil, namun ia punya posisi yang unik karena berani berdiri tepat di depan sebuah minimarket modern (Indomaret). Ada satu hal menarik yang saya apresiasi dari warung ini: adaptasi teknologinya. Sang penjual telah memperbarui metode pembayarannya menggunakan QRIS. Dulu, saat awal belanja, fitur ini sempat ada namun kemudian ditiadakan karena kendala teknis. Kini, QRIS kembali hadir me...

⚽ Gonzalo Garcia Pecah Telur: Hat-trick Debut yang Mengguncang Santiago Bernabéu

Gambar
[ Artikel 89#, kategori Real Madrid ] Momen yang dinanti-nanti dari seorang penyerang muda jebolan akademi Real Madrid akhirnya tiba. Gonzalo Garcia , nama yang mulai mencuri perhatian sejak FIFA Club World Cup 2025, resmi mencetak gol debutnya di La Liga bersama tim utama. Menariknya, ia tidak hanya mencetak satu gol, melainkan langsung mengemas hat-trick . Nama lengkapnya adalah Gonzalo García Torres . Penyerang berusia 21 tahun ini tampaknya mulai mendapatkan kepercayaan penuh dari sang entrenador, Xabi Alonso, yang belakangan lebih sering memilihnya dibandingkan Endrick . Perjalanan Menuju Gol Perdana Sejauh ini, Gonzalo hampir selalu mendapatkan menit bermain, baik masuk sebagai pemain pengganti maupun dipasang untuk mendampingi Kylian Mbappé di lini depan. Namun, sebagai seorang penyerang, tekanan tentu besar karena gol yang dinanti tak kunjung datang meski menit bermain terus diakumulasi. Kesabaran itu membuahkan hasil pada 4 Januari 2026 . Saat Real Madrid menjamu Real Beti...

🧗 Memilih Bertahan: Realitas Blogging dan Pinjaman Pertama di Tahun 2026

Gambar
[ Artikel 23#, kategori Keuangan ] Andai saja arus kas masuk berjalan rutin, tentu saya tidak akan kembali menyentuh pinjaman. Namun, realitas pekerjaan yang sedang lesu memaksa saya untuk mengambil langkah ini. Bagi sebagian orang, pinjaman online (pinjol) mungkin dianggap bukan solusi, bahkan dicap sebagai penyakit yang perlahan menggerogoti hidup. Namun, dalam posisi terjepit, saya memilih untuk melangkah sembari berucap bismillah . Mari tetap berjalan. Dulu, ungkapan "mati satu tumbuh seribu" terasa heroik. Kini, frasa itu justru memiliki konotasi negatif jika dikaitkan dengan siklus pinjol yang seolah tak ada habisnya. Saya sadar sepenuhnya saat mengambil pinjaman baru di awal tahun 2026 ini. Menghidupi aktivitas blogging dan keseharian memang butuh modal yang nyata. Kuota internet, biaya transportasi, hingga asupan makanan dan minuman yang baik demi menjaga mood menulis, semuanya membutuhkan biaya. Bergantung pada Keberuntungan dan Kerja Keras Saya bukan seorang pewari...

🥢 Seni Bertahan Hidup: Kembali ke Tempe demi Menjaga Nafas Kantong

Gambar
[ Artikel 11#, seni bertahan hidup ] Mengawali lembaran awal tahun 2026, saya kembali pada rutinitas lama yang sempat ditinggalkan. Sebuah pilihan yang mungkin bagi sebagian orang terasa menjemukan, namun bagi saya, ini adalah strategi jitu: kembali menjadikan tempe sebagai teman setia di atas piring nasi. Keputusan ini murni didasari atas perhitungan logis. Dunia yang saya jalani saat ini rasanya sedang tidak ramah dengan isi dompet. Tidak perlu merasa iba, karena ini adalah jalan ninja yang saya pilih dengan sadar. Saya baik-baik saja, bahkan sangat antusias untuk berbagi cerita tentang "seni bertahan hidup" versi saya tahun ini. Dilema Pare: Kemewahan yang Cepat Berlalu Beberapa waktu lalu, saya sempat jatuh cinta pada sayur pare . Lucu memang, dulu saya sangat membenci rasa pahitnya. Kasusnya persis seperti saat pertama kali saya menginjakkan kaki di Kota Semarang dan mencicipi Loenpia. Awalnya asing, lama-lama malah jadi kegemaran yang bikin ketagihan. Namun, belakangan...