Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Halo September 2024

[Artikel 140#, kategori catatan] Saya berharap bulan September ini datang dengan banyak doa yang terkabul. Dimudahkan segala hal, rejeki yang mengalir, tubuh yang sehat selalu dan semuanya baik-baik saja. Mari mulai perjalanannya.

Saya tidak menyangka meninggalkan bulan Agustus penuh dengan derita tapi juga bahagia. Beberapa hal tampak berubah, sukar dan buat marah. Namun saya masih percaya bahwa esok lebih baik lagi.

Ke depannya makin sulit

Setelah bertahun-tahun berjalan lancar, akhirnya terhambat juga. Ya, saya membicarakan iuran bulanan rumah yang biasanya tidak masalah pembayarannya mendadak sulit.

Semoga saja perasaan saya salah. Jika sampai terjadi lagi di bulan September, maka bersiap masa depan saya akan semakin sulit. 

Saya berharap aset satu-satunya yang saya miliki saat ini, laptop, tidak lagi saya jual lagi karena untuk menutupi biaya hidup. Krisis hidup saya semenjak ulah adek saya masih menghantui rupanya. 

Apalagi saya juga masih harus bayar bulanan dari pay later yang digunakan untuk menutupin pengeluaran dampak dari perbuatan adek saya. 

Keajaiban akan datang

Saya tidak tahu bagaimana kondisi saya apabila tidak menekuni dunia blogging seperti sekarang. Umur yang hampir 40, tanpa pekerjaan tetap dan jauh dari kata harmonis apabila bicara keluarga.

Ketika semuanya mentok, saya tidak ingin jatuh. Apalagi kerja keras yang sudah saya bangun penuh dedikasi. Saya percaya keajaiban akan datang. Maka untuk itulah, saya harus terus bertahan. Bagaimana pun keadaannya.

...

Saya sulit untuk berkonsentrasi saat menulis ini. Ada pertandingan Real Madrid di pekan ke-4. Satu sisi ingin menulis ini dengan penuh khidmat. Satu sisi lain, pikiran saya terpecah. Sungguh sayang untuk mengabaikan pertandingan Real Madrid.

Sementara ini dulu. Saya tahu bahwa harapan di bulan September tidak jauh-jauh dari kata lebih baik. Ya, saya berharap itu.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger