Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Menghilang

[Artikel 76#, kategori rumah] Ada kegembiraan yang muncul meski itu hal sederhana sebenarnya. Sepertinya akan sedikit menghemat pengeluaran bulan ini. Saya membiarkannya beberapa hari, dan ini sudah waktunya beras yang terlihat beberapa hari di sudut rumah, akhirnya saya masukkan juga ke tempat biasanya.

Fiuh! Menghela nafas dengan senyum sumringah. Saya tidak sabar untuk menariknya yang biasanya berbunyi lalu muncul beras sebanyak segenggam di tangan. Biasanya saya menariknya 2 kali, lumayan bisa buat dimasak dan dimakan 1 hari.

Menghilang

Namun hanya selang 1 hari, kotak berkepala merah itu menghilang dari letaknya yang berada di bawah alat memasak. Apa yang terjadi?

Saya kemudian mentertawakan diri saya sendiri bahwa saya mendapatkan perlakuan seperti ini. Namun saya juga tidak bisa berbuat apa-apa karena itu juga bukan hak milik saya secara pribadi. Lawong bukan saya yang membeli.

Kotak merah besar itu menghilang selama sepekan. Kemudian muncul lagi kemudian. Saya tersadar dengan perbuatan buruk saya di masa lalu. Apakah dosa-dosanya datang hari ini?

...

Semenjak itu saya jadi orang suci. Menghargai sikap orang lain dan tidak perlu peduli dengan apa yang terjadi. Jadilah diri sendiri dan kerjakan secara mandiri.

Jika ingin merasakan kenikmatan, belilah sendiri jika tidak ingin sakit hati. Pelajaran berharga agar kita jadi pribadi yang kuat dan tabah tiap menghadapi hari demi hari.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger