Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

September 2024, Mertua Pulang

[Artikel 74#, kategori rumah] Dapur kembali sunyi yang sebulan terakhir begitu sibuk. Suara-suara alat memasak hingga gelak tawa saat beliau sedang menelpon juga sudah senyap tak terdengar. Si bungsu dan keluarganya sekarang akan lebih bekerja keras lagi mengurus buah hatinya yang baru lahir. Mertuanya sudah pulang.

Saya tidak sempat bersalaman dan bahkan mengucapkan terima kasih saat beliau pergi ke bandara, Sabtu subuh (7/9). Padahal keberangkatannya saat subuh di mana saya sudah beraktivitas malah nggak ketemu.

Saya juga bingung mengapa demikian meski tinggal satu atap. Apakah buru-buru ngejar pesawat? Atau karena saya yang kurang ajar sebagai yang muda seharusnya menyapa duluan?

Yah, saya juga nggak ngerti. Pulang saja saya tidak tahu. Diberitahu saja tidak, bagaimana saya mikir akan mengucapkan terima kasih. Yasudah lah, terkadang itu sering terjadi. Apalagi saya bukan anak beliau atau menantunya.

Lebih baik tidak tahu sama sekali ketimbang sok tahu. 

Terima kasih buat beliau yang awal-awal begitu sering memberi hidangan enak-enak kepada saya. Jika bisa nikah kelak, saya berharap punya calon mertua seperti beliau. Yang membantu dan meringankan saya yang masih polos dalam rumah tangga.

Mertua yang baik adalah impian.

📷 ilustrasi

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini