Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Putri Ke-2

[Artikel 20#, kategori rumah tangga] Ada kabar baik yang datang dari rumah yang saya tinggalin. Kami kedatangan keluarga baru yang baru dilahirkan di sebuah rumah sakit. Ini kali pertamanya rumah ini ada bayi yang akan tumbuh besar nantinya di sini.

Keluarga pemilik rumah, si bungsu resmi kembali menyandang Ayah setelah bayi mereka lahir pada hari Minggu malam kemarin (11/8). Itu adalah kabar bahagia bagi suami istri yang sekarang bertambah satu anak putri lagi.

Putri ke-2

Kabar kelahirannya yang saya dapatkan ketika sedang berada di bandara saat menjemput mertua si bungsu. Ya, orang tua istri si bungsu datang ke Kota Semarang. Hanya saja yang datang hanya ibunya, tidak bersama dengan Ayahnya yang pernah dulu datang juga.

Kelahiran bayi baru ini berjenis perempuan menambah anak si bungsu bertambah menjadi 2 putri. Rentang umur keduanya juga cukup jauh, mengingat anak pertama mereka sekarang berumur 5 tahun lebih.

Kerja keras

Sebagai penonton, saya yang tinggal bersama keluarga ini tentu turut bahagia. Saya rasa sepertinya juga iri karena saya juga berharap kelak bisa menjadi Ayah. Bila diberi pilihan, mungkin saya ingin seorang putra biar bisa diajarin main bola.

Bertambahnya anak tentu bertambah juga rejekinya begitu orang-orang biasanya berkata. Dan itu juga artinya sang Ayah akan lebih bekerja keras lagi mencari nafkah.

Saya memikirkan orang tua saya yang dulu juga bekerja keras membesarkan kami. Di umur sekarang, saya baru menyadari alasan mengapa Ibu saya sampai segitunya untuk tetap bekerja. Bahkan pernah menjadi asisten rumah tangga alias pembantu.

Ekonomi adalah musuh besar bagi orang yang uangnya seret. Semakin besar anak, semakin besar tuntutannya. Makanya di sini saya belum siap untuk berkeluarga karena jujur, penghasilan saya mepet sekali.

Kenapa saya yang malah curhat.

...

Saya berharap anak kedua bungsu adalah cowok. Saya memikirkan bagaimana serunya kehidupan si bungsu sebelum menikah. Bila anaknya cowok, saya yakin ada banyak pengalaman yang ia akan bagikan sebagai pria sejati.

Tapi, mau apa dikata ketika yang Maha Kuasa memberikan bayi perempuan lagi. Selamat buat si Bungsu atas kelahiran anak keduanya. Semoga rejekinya lancar dan terus diberi kesehatan buat keluarganya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini