Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...
Kejuaraan ini mempertemukan antara juara Liga Champions dan juara Liga Eropa. Nah, tahun ini juara Liga Eropa-nya adalah Atalanta dari Seri A.
Sekilas, Atalanta tentu dipandang remeh mengingat jejak rekamnya di Eropa dan bagaimana tim ini hanya beruntung bisa juara Liga Eropa.
Menahan sang raja di babak pertama
Faktanya, Atalanta dapat menahan Real Madrid di babak pertama. Permainan solid yang mereka peragakan mampu memberikan tekanan kepada Cortoa yang berada di sektor terakhir pertahanan.
Bahkan, di menit 24, Atalanta sukses menciptakan peluang yang sayangnya masih membentur tiang. Hingga menit 30, skor tidak berubah. Masih sama 0-0.
Sepanjang babak pertama, Madrid bukan tanpa peluang. Hanya saja, tetap tidak jadi gol. Namun sialnya, Bellingham dan Vini sudah mengantongi kartu kuning.
Sebelum babak pertama berakhir, Rodrygo mendapatkan peluang emas. Sayang kesempatannya juga dihalangi tiang gawang. Dan wasit pun meniup pertandingan babak pertama berakhir.
Fantastic Four (4)
Gol yang ditunggu akhirnya tiba juga di menit 58. Pergerakan Vini yang sukses mengelabui pemain Atalanta, kemudian menyodorkannya ke ruang kosong di muka gawang yang sudah berdiri Valverde. Pemain pekerja keras ini dengan mudah mencetak gol. Madrid unggul sementara dengan skor 1-0.
Unggul satu gol, membuat pemain Madrid semakin bernafsu dan Atalanta mulai kehilangan konsentrasi. Satu persatu kesempatan silih berganti datang, meski masih gagal.
Di menit ke-67, gol yang ditunggu-tunggu dari seorang Mbappe akhirnya terjadi juga. Yang menarik dari golnya adalah prosesnya yang melibatkan 4 orang pemain. Rodyrgo, Vini, Bellingham dan Mbappe.
Bellingham mengirimpan umpan matang ke ruang kosong yang kemudian dikejar oleh Mbappe. Gollll.... suara stadion langsung bergemuruh yang menandai debut manis Mbappe.
Madrid unggul 2-0. Momen gol Mbappe begitu berkesan sehingga ke-4 pemain yang berhasil menciptakan momen bersama tersebut dijuluki fantastaic four.
Juara ke-6 kali
Pertandingan akhirnya berakhir dan Real Madrid keluar sebagai juara Piala Super Eropa. Dan Madrid menambah koleksi gelar Super Eropanya menjadi 6 trofi sekarang.
Entah itu di Liga Champions atau Piala Super Eropa, penguasanya tetap Real Madrid. Dan rengkuhan kali ini sangat spesial buat Mbappe karena baru bergabung sudah mendapatkan piala di Eropa.
Ini berbanding terbalik dengan saat ia bersama PSG. Pencapaiannya hanya mampu mendapatkan gelar lokal. Dan bagi Mbappe tentu ini adalah momen yang dinanti-nantinya.
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Istilah pacaran jarak jauh atau LDR sudah banyak kita dengar dan lazim. Saya pun pernah mengalaminya dan akhirnya kandas semua. Tapi kalau pasangan suami istri LDR?
[ Artikel 6#, kategori kopi ] Bulan Juli ini menjadi momen transisi yang cukup kontras di meja kerja saya. Bukan tentang perpindahan aplikasi manajemen tugas atau perubahan jadwal tidur dini hari, melainkan urusan krusial yang paling mendasar bagi seorang blogger: pasokan kafein harian. Semua bermula saat saya melipir ke rak minimarket tempo hari dan menemukan sebungkus besar Kopi Luwak sachet isi 14 yang sedang promo di angka 9 ribuan. Sebagai manusia yang sedang dalam mode menekan pengeluaran agar ramah di kantong, kalkulator di kepala saya langsung menyala. Sembilan ribu untuk 14 hari? Jelas sebuah tawaran hemat yang tidak boleh dilewatkan. Namun, kepindahan dari merek sebelumnya membawa sebuah "kejutan budaya" kecil bagi lidah dan kebiasaan ngopi saya. Sebelumnya, saya adalah penikmat Nescafe sachet. Karakter kopi tersebut sangat praktis—diseduh dengan air panas, larut sepenuhnya, dan bisa langsung diminum sampai tetes terakhir tanpa menyisakan apa-apa di dasar gelas. Ber...
[ Artikel 2#, kategori Pralastic ] Setelah merayakan pergantian usia baru beberapa waktu lalu, urusan pernikahan kerap menjelma menjadi topik berikutnya yang bergulir. Kapan menikah atau pertanyaan klasik soal mengapa belum juga menikah seolah menjadi kalimat yang akrab singgah di telinga. Lantas, bagaimana sebenarnya cara bersikap dan menanggapi dinamika fase hidup ini? Memasuki usia 40 tahun, matematika kehidupan bekerja dengan cara yang terkadang terasa kaku. Kesempatan untuk menikah semakin menyempit, dan pilihan yang ada di hadapan mata pun kian terbatas. Terlebih ketika menyadari bahwa di belakang tidak ada kekuatan besar—baik dari segi sokongan ekonomi keluarga maupun jaringan kekuasaan yang mapan. Berdiri di atas kaki sendiri berarti harus siap menerima kenyataan bahwa ritme hidup berjalan dengan tarikan napas yang lebih panjang dan melelahkan. Bisingnya Algoritma dan Standar Pernikahan Era Modern Saya menyadari bahwa ruang pilihan memang kian mengerucut, sehingga wajar jika te...
Komentar
Posting Komentar