Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kedatangan Gas Air Mata Usai Futsal

[Artikel 148#, kategori futsal] Siapa sangka jarak yang cukup jauh antara lokasi pendemo dengan lapangan futsal yang rutin main hari Senin ternyata ikut berdampak dengan bau gas air mata yang merapat. Pedas, mata sedikit perih dan hampir meneteskan air mata. Saya langsung buru-buru ambil masker dari dalam tas.

Pengalaman berbeda datang dari runititas bermain futsal kali ini. Bila biasanya bercerita seputar futsal dan sekitarnya, kali ini tentang gas air mata yang nyasar.

Jarak yang jauh

Saya pun tak mengerti mengapa terjadi juga pada kami yang sudah selesai bermain futsal dan santai dulu sebelum pulang. Apesnya, tim yang baru bermain karena jadwal bergantian, kena imbas juga. Padahal mereka baru bermain usai kami.

Memang sih saat saya cek jarak antara lapangan futsal dengan Balai Kota kurang dari 1,5 Km. Namun tetap saja, kami tidak sedang di lokasi saat gas air mata ini disemprotkan untuk menghadang demo mahasiswa. Dari sini kami baru tahu jika asap gas air mata bisa menyebar hingga jauh.

Bukan saya saja yang terkejut, tapi masyarakat sekitar yang juga sedang berolahraga seperti anak-anak yang sedang latihan basket dan para pedagang.

...

Esok paginya, demo yang terjadi semalam akhirnya menjadi trending topik di X dengan berbagai narasi. Tapi yang terpenting, Kota Semarang baik-baik saja karena aktivitas berjalan seperti biasanya. Entah itu lalu lintas, masyarakat yang bekerja atau saya yang sedang duduk di depan laptop menulis ini.

Ada-ada saja.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini