Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal Perdana Bulan Agustus, Hujan dan Listrik Padam

[Artikel 146#, kategori futsal] Jarang-jarang nemu momen hujan beberapa bulan terakhir ini. Apalagi saat bermain mendadak saja listrik padam. Dan itu terjadi sekarang, kami sempat bubar sejenak sambil nunggu penerangan kembali nyala. Syukurlah tidak lama dan kami kembali bermain.

Halo Agustus, menyapa para pemain futsal yang masih konsisten hingga hari ini. Futsal perdana bulan ini jatuh pada tangggal 1 Agustus, pas banget tanggalnya ya.

Masuk musim penghujan?

Saya pikir begitu karena awal bulan di Kota Semarang, hujan terus menemani beberapa hari. Termasuk saat bermain futsal. Saya sangat bersyukur bahwa hujannya turun saat kami sedang di lapangan.

Andai saja pas berangkat atau pulang, saya mau tidak mau harus memakai jas hujan yang selalu saya bawa di dalam tas. Tidak masalah sebenarnya, hanya ribet saja kalau dipakai.

Tapi, sudah beberapa hari berlalu. Rasanya Ibu Kota Jawa Tengah belum masuk musim penghujan. Itu hanyalah sekedar hujan biasa saja.

Mendadak gelap

Di tengah asyik bermain, mendadak saja lampu penerangan sekitar lapangan seluruhnya padam. Tentu, kami harus segera keluar lapangan. Tidak mungkin meneruskan permainan saat suasana gelap gulita begitu.

Ini adalah momen yang jarang-jarang terjadi. Cukup mengejutkan sebenarnya. Kami hanya tertawa dan ngoceh di tengah kegelapan di sisi lapangan.

Untunglah, tempat futsal sepertinya punya genset. Jadi, kami bisa melanjutkan sisa permainan sebelumnya. Waktu sewa yang seharusnya sudah selesai, sepertinya diberikan kompensasi karena penjaga lapangan belum keluar-keluar memberi aba-aba waktu selesai.

...

Hanya kegelapan yang menghentikan kami bermain meski hujan deras menantang. Saya senang memiliki momen kali ini meski sisi lain tidak menyukainya karena mengganggu permainan.

Mari menjalani aktivitas di bulan Agustus dengan penuh harapan agar berjalan baik, khususnya tidak cedera. Senang kembali ke lapangan hari ini.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger