Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Toples Merah

[Artikel 71#, kategori rumah] Tidak menyangka karena toples ini, aktivitas saya berubah drastis. Terutama dini hari, waktu yang selalu saya banggakan sebagai pemilik blog dotsemarang. Sederhana tapi mengena dan buat ribet segalanya.

Dulu, sebelum toples ini ditemukan. Eh, kok berasa ngedongeng. Maksudnya dulu sebelum akhirnya saya memakai toples ini, aktivitas dini hari yang dilakukan sangat sederhana. Bangun, mandi dan nongkrong di depan laptop. Entah itu sedang merangkai kata-kata atau mengecek akun media sosial hingga membaca detail statistik.

Sekarang setelah toples ini saya gunakan untuk menaruh nasi, aktivitas dini hari saya tidak lagi sederhana. Kudu bangun cepat agar bisa cuci toples usai digunakan. Masak nasi, lalu setelah mateng nasinya dimasukkan ke toples tersebut. Baru deh bisa mandi dan bekerja.

Masalahnya waktunya semakin sempit jika aktivitas tersebut dilakukan. Terutama nongkrong di depan laptop yang membuat produktivitas sedikit terhambat.

Saya tidak menyangka saja jika bulan Agustus semua aktivitas saya berubah drastis. Apalagi jika usai jadwal futsal yang tidurnya pasti di atas jam 10 malam. Ingin nambah jam tidur sampai jam 4 subuh, rasanya berat karena harus segera ngurusin si toples merah.

Segelanya sudah terjadi dan jadi pukulan yang sangat berarti. Memang saya sedikit menderita karena si toples yang jadi biang keroknya, tapi saya belajar lagi untuk menjadi lebih baik.

...

Andai saja sebuah kalimat dapat disederhanakan dan diutarakan, tentu dampaknya sangat baik. Sayangnya, itu tidak terjadi dan mempengaruhi apa yang sudah dibangun dengan penuh dedikasi dan rasa hormat.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger