Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Sudah Dijual

[Artikel 70#, kategori rumah] Usianya belum genap 2 tahun, nasibnya malah sudah sama seperti si merah (Juke). Ya, dijual. Entah kenapa? Padahal ada banyak kenangan juga bersamanya, terutama saat pergi ke luar kota bersamanya.

Mobil Innova Reborn yang terlihat tangguh di jalan, apalagi saat bepergian jauh sekarang sudah punya pemilik baru. Sedih sih nggak juga karena bukan punya sendiri, hanya saja bingung nanti apabila keluarga ini datang kelak. Mau jemput pakai apa?

Lotte Mart

Sosok yang saya kenal lama menghubungi saya yang berencana ke rumah. Saat tiba, saya diberitahu jika mobil ini akan dijual. Sediki terkejut karena saya sendiri tidak mengetahui meski kebanyakan tinggal di rumah. Sang pemilik, si bungsu adalah orang yang tahu karena dia yang melakukannya.

Namun saya tak berhak menayakan itu. Saya anggap biasa saja, hingga beberapa hari kemudian saya disuruh membawa si mobil ke Lotte Mart untuk bertemu calon pembeli, Kamis sore (8/8).

Satu hari terlewati. Saya kembali disuruh ke Lotte Mart kembali, namun dengan calon pembeli baru lagi. Dan inilah proses satu hari yang panjang dan membuat mobil akhirnya benar-benar menghilang dari rumah.

Terlambat futsal

Sudah lebih dari 2 jam saya menunggu proses mobil tersebut dinegoisasikan. Tanpa sadar, suara azan maghrib memanggil. Wah, gak sholat nih. Apalagi nggak pakai pakaian yang layak dan belum mandi.

Namun saya juga khawatir jika nanti main futsal akan sedikit terlambat. Haha..saya banyak membuang waktu hanya dengan duduk di sini meski nego berhasil dilakukan.

...

Jika melihat keadaan, si pemilik mobil atau si bungu sepertinya butuh dana darurat karna sang istri akan melahirkan. Wajar jika ada yang harus dikorbankan. Saya sedikit belajar dari ini bahwa kelak jika punya istri, saya harus punya uang banyak untuk pasangan saya yang akan melahirkan.

Dan saya lemes jika memikirkan masa depan saya yang tak jelas. Apakah saya bisa juga?

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger