Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kena Kerjain

[Artikel 80#, kategori motivasi] Dunia itu luas dan terkadang diri kita sendiri yang melihatnya sempit. Apalagi sesuatu yang terjadi kepada kita membuat shock. Seakan tidak percaya, namun itu seperti video prank yang sering dilihat di platform video. Hidup emang lucu, anggap saja sedang dikerjain.

Saya tidak menyangka gini banget hidup saya di umur 38 tahun. Setelah kehilangan harapan karena pemasukan utama dihentikan, saya kena ultimatum yang seakan saya harus menyadari siapa saya sekarang.

Namun bukan itu yang saya persoalkan. Sesuatu terjadi kepada saya yang membuat saya melakukan yang sia-sia. Saya pikir akan aman sebulan ke depan untuk makan, eh ternyata.

Saya baru saja memasukkan beras 5 Kg ke tempatnya. Entah kenapa juga saya melakukannya padahal itu bukan milik saya. Karena beras tersebut ditaruh di tempat yang mudah terlihat, saya pikir itu mungkin alasan adanya pemotongan jatah uang beras dan air yang saya tempel di pengeluaran bulanan rumah yang akhirnya sudah tidak bisa saya terima lagi sekarang dan ke depannya.

Baiklah, nggak apa-apa nggak dapat jatah beli beras. Setidaknya, mungkin pemilik rumah sedang berbaik hati karena sudah beli beras. Oke siap. Lalu, saya masukkan ke tempatnya.

Kemudian sesuatu terjadi esok harinya. Oh ya, saya menaruh berasnya malam hari. Tempat beras yang sudah terisi kembali mendadak hilang dari pandangan. Waduh, kemana?

Kena kerjain

Saya tidak tahu mengapa tempat berasnya menghilang dari tempat biasanya ditaruh. Apakah saya kena kerjain? Saya terus berpikir positif meski perut semakin kempes.

Hingga hari kedua semenjak tempat berasnya menghilang, pikiran saya akhirnya mendadak berubah drastis. Sepertinya saya melakukan kesalahan karena berpikir beras tersebut milik bersama. Ternyata, tidak.

Akhirnya saya memutuskan beli makanan online karena isi dompet juga sudah habis. Satu-satunya harapan adalah memaksakan kehendak dengan menggunakan pay later.

Saya seperti orang bodoh menunggu tempat berasnya kembali. Bahkan, hari ketiga pun tak kunjung kembali. Fix! selama 2 hari saya terpaksa makan di luar yang biasanya masak beras sendiri.

Maksud hati ingin hemat, eh malah jadi boros. Ditambah tunggakan pay later semakin bertambah, bulan September banyak bener hikmah yang saya terima untuk menjadi sabar.

📷 Gambar ilustrasi

...

Sejak awal sepertinya saya sudah salah menafsirkan. Apa yang dilihat, tolong untuk tidak melakukan apapun ke depannya. Biarkan saja di tempatnya meski sering terlihat pandangan mata.

Apakah saya kesel dan marah? Sebenarnya, iya. Hanya saja buat apa? Anggap saja sebagai motivasi untk jadi lebih mandiri dan tidak bergantung lagi dengan orang lain. 

Saya sekarang sedang berada di titik bawah saat roda kehidupan berputar. Sabar dan tabah adalah kuncinnya. Jika tidak ingin ribet, sudah seharusnya mencari tempat baru biar tidak ada yang mengganggu. 

Sayangnya, itu belum bisa saya lakukan dalam beberapa tahun ke depan. Terima sajalah.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini