Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Buffer, Alat Manajemen Media Sosial Selain Tweetdeck


Sudah 3 hari dari tulisan ini saya mencoba Buffer versi web (ada versi aplikasi juga) selain Tweetdeck. Salah satu kelebihannya adalah menampilkan gambar dari link yang mau diposting.

Saya tidak berpaling dari Tweetdeck sebagai alat manajemen Twitter untuk dotsemarang. Buffer tidaklah asing buat saya, namun selama ini hanya menggunakan versi aplikasi.

Ketika iseng berbuah kesengsem, di situ saya baru sadar bahwa saya dapat memanfaatkannya lebih dari sekedar menjadwalkan postingan di Twitter.

Tinggal klik kotak, tempat menulis, dan masukkan link di sana. Di situ saya berhasil mendapatkan apa yang selama ini saya butuhkan.

Link blog yang dimasukkan menampilkan gambar-gambar yang ada di halaman postingan. Tinggal pilih dan terus buat jadwal. 

Fitur seperti ini memang tidak ada dalam Tweetdeck. Ini jadi ribet karena harus mengupload foto tersendiri. Bagaimana bisa upload kalau sebagian besar, gambarnya ada di ponsel.

Kekurangan buffer 

Buffer yang saya gunakan masih versi gratisan. Maka tidak heran, ada keterbatasan jumlah postingan di sana. Pengguna hanya dibolehkan menjadwalkan hanya 10 post. Kalau kamu berbayar, selain dapat jumlah banyak post, juga dapat melihat statistik.

Sementara itu yang saya temukan. Buffer memang sama seperti Tweetdeck dari fungsinya untuk penjadwalan dan memanage media sosial lain. Buffer dapat ditambah akun Facebook dan Instagram. Untuk Instagram saya belum pernah coba.

Oh ya, Buffer tidak akan menampilkan kolom layar seperti Tweetdeck yang berisi timeline.

..

Tweetdeck masih saya gunakan untuk membagikan postingan terbaru yang ada di blog dotsemarang. Sedangkan Buffer, saat ini saya gunakan untuk postingan lama (setahun hingga dua tahun sebelumnya).

Tertarik menggunakan Buffer?

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini