Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Bekerja


[Artikel 20#, kategori Amir] Kabar gembira itu datang setelah Idul Adha tahun ini. Satu hari sebelum akhirnya resmi bekerja, wawancaranya sukses. Sesuatu yang tidak akan dapat saya gapai, dia melakukannya. Semoga keburukan tidak mengikuti jenjang karirnya ke depan.

Beberapa bulan sebelumnya, ia tampak sibuk. Ada kerabat datang. Awal-awal tak masalah karena waktu yang dihabiskan memang seharusnya memperdulikan keluarga.

Seiring waktu, ternyata menjengkelkan. Keaktifannya berbanding terbalik saat bersama keluarga dan di rumah. Ia seolah robot bila disuruh, tapi saat tidak, ia seakan tuan rumah kedua di rumah ini.

Sudah diprediksi

Keluarga yang datang dan sering diceritakan memang memiliki tujuan saat meninggalkan Ibu Kota. Semarang akan dijadikan perpanjangan tangan perusahaan yang bergerak dibidang digital.

Kesibukan beberapa bulan terbayar juga saat mengetahui ia bekerja di sana. Saya sudah prediksi sebelumnya. Menyebut itu kesalahan, hanya membuat saya seakan menghancurkan harapan.

Semoga tidak melakukan kesalahan

Orang-orang melihat apa yang dilakukan seseorang seakan sangat baik. Mereka jadi peduli dan selalu memberi kejutan. Aneh rasanya sebagai keluarga malah tidak melakukan apa-apa.

Meski dia hanya seseorang yang dibawa masuk dalam lingkungan, saya berteman cukup lama dengannya. Jadi mengerti bagaimana watak dan kepribadiannya sehari-hari.

Saya hanya berharap, semoga karirnya yang baru ini tidak terhambat karena kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan.

Menjadi baik, tentu semua orang akan memuji. Sayangnya, seribu pujian yang diterima akan rusak saat kesalahan kecil dan berulang dilakukan.

Selamat bekerja, semoga waktu yang terpakai tidak melupakan tanggung jawab sebagai seseorang yang sudah memberi jalan. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini