Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

6 Bulan : Tantangan Tahun 2025

[Artikel 9#, kategori Keuangan] Tidak terasa sudah setengah tahun berlalu dan sekarang sudah berganti tahun. Sulit, tapi harus dijalanin. Kisah yang entah sampai kapan akan berakhir saat usia semakin bertambah matang.

Konsistensi terus diuji. Jika sebelumnya hanya soal koneksi internet dan perangkat (laptop), kini dana yang dipotong dengan alasan sudah tidak mendukung.

Dampaknya? Yang biasa tidak memikirkan isi dapur karena selalu tersedia, sekarang harus mencari cara agar tetap ngebul.

Satu sisi sangat menderita karena makan apadanya. Namun sisi lain melihat kemewahan yang tak bisa dilukiskan lewat kata-kata.

Tantangan tahun 2025

Jika ini adalah ujian semata, maka selamat! Saya terpukul dan tidak berdaya. Memang di luar sana ada yang lebih menderita, tapi itu mereka. Ini tentang saya, jalan yang saya pilih untuk bertahan atas nama yang saya bangun sejak awal.

Saya sudah melepas nilai saya sebagai sarjana yang menjadi titik awal saya melangkah di kota ini. Saya ditinggal banyak orang yang suka menyebut kami keluarga.

Dan titik nadirnya, saat ditinggal wanita hebat yang melahirkan saya dengan kondisi keluarga yang berantakan. Tahun 2025, apakah akan ada lagi yang harus dirayakan?

Ya, kamu tidak perlu mengasihi saya atau apa pun. Saya menulis ini untuk dikenang di masa depan bahwa saya masih bertahan hingga tulisan ini saya buat dan sedang berusaha tetap tegar menjalaninnya.

Uang adalah hal yang paling penting yang saya inginkan. Ingat, berkarya butuh biaya. Saya perlu membeli paket data, saya butuh makan, segelas kopi, pulsa, transportasi dan hal-hal remeh yang mendukung saya untuk berdiri.

Apakah saya tidak menghasilkan lewat dotsemarang? Menghasilkan, hanya saja tidak semudah orang-orang yang katakan. Di era persaingan para pemburu konten, blog seolah terpinggirkan. Jika ada pun, pemiliknya pun akan merangkapnya menjadi double title.

...

Perjalanan baru dimulai bulan Januari. Masih ada 11 bulan untuk terus berjalan. Keuangan semakin sulit, tapi keinginan semakin besar. Sulit, tapi harus menampar diri bahwa kenyataan hidup seperti inilah yang saya jalanin.

Saya harap bisa mendapatkan keajaiban tahun 2025.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini