Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Makan Enak di Awal Tahun 2025

[Artikel 21#, kategori kuliner] Setelah berbulan-bulan hanya makan nasi dan tempe, akhirnya saya bisa menikmati kemewahan dengan menu Nasi Goreng Sosis, plus ayam. Perasaan yang luar biasa yang ingin saya ungkapkan sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan.

Senin menjelang siang (20/1), saya tidak bisa menolak ajakan pemilik rumah yang ingin pergi ke Cimory on The Valley, Bawen. Dibalik keengganan tersebut karena waktunya nggak tepat dan mendadak pemberitahuannya, ternyata ada makanan enak yang terselip.

Syukurlah bahwa saya pergi. Anggap saja relaksasi yang biasanya hanya di depan laptop seharian, kini berwisata dan bersenang-senang. Santai sedikit lah.

Makanan mewah tahun 2025

Saya selalu mencoba melihat sisi lain ketika dihadapkan dengan persoalan yang datang menghampiri. Dan kali ini sukses, saya dapat traktiran makan mewah di restoran Cimory yang saat kami tiba malah hujan deras.

Suasana dingin yang sudah tercermin dari kawasannya terasa lebih dingin dengan turunnya hujan. Ditambah suara-suara petir yang menggelegar, saya makan harap-harap cemas sambil nutupin kuping. Ya, petirnya sangat apa (mengerikan).

Akhirnya setelah menunggu beberapa saat, hidangannya tiba. Alhamdulillah saya katakan dalam sanubari terdalam. Jika mengingat perjuangan ke belakang, rasanya ingin nangis hanya melihat Nasi Goreng yang ada di hadapan.

Terima kasih, Allah SWT. Dan terima kasih keluarga kecil pemilik rumah. 

...

Sayangnya saat perjalanan pulang, saya diberi cobaan. Hape yang saya beli di bulan Desember, baru-baru ini, kena lindes ban kendaraan setelah keluar parkir dari Rumah Sakit.

Sepertinya Tuhan mau saya lebih bersyukur lagi dan mengingatnya lebih dalam lagi. Setelah diberi kenikmatan, saya ditampar dengan kenyataan. Mau gimana lagi. Iphone 6s yang dibeli dengan tujuan investasi malah rusak parah. Ada-ada saja cobaan awal tahun 2025.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini