Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Selamat Tahun Baru 2025

[Artikel 146#, kategori catatan] Melelahkan, begitu kata yang saya gunakan di postingan terakhir tahun 2024 di Instagram. Bukan saja menggambarkan kehidupan yang saya alami, tapi juga pagi hari sebelum malam tahun baru masih sempat bermain mini soccer. Jadinya itu benar-benar melelahkan.

Tidak ada momen tahun baru yang dapat saya ceritakan. Sama seperti tahun 2024, hanya saja kali ini kondisinya berbeda sedangkan cuacanya kurang lebih sama. Ya, malam tahun baru cuaca Kota Semarang ditemani hujan. Meski sepertinya gerimis tipis-tipis.

Pesta tahun baru

Jika tahun lalu ada keluarga besar yang datang, maka kali ini tidak ada. Hanya saja, pesta malam tahun baru tetap diadakan oleh keluarga kecil di rumah.

Mereka bahkan mengajak keluarga kecil lainnya yang mungkin rekan sejawat kerja atau teman kuliah dulu. Kondisi rumah tidak sesunyi biasanya. Apalagi suara anak-anak memberi kesan tersendiri yang begitu heboh.

Dan untunglah, saya tipe orang yang mudah tidur dengan kondisi apapun. Kecuali saat ingin buang air kecil, ini pasti sedikit menganggu.

Tak ada sisa makanan, atau hidangan dari perayaan mereka. Saya di rumah hanyalah bayangan saja. Jadi tidak masalah diperlakukan begitu, toh, saya juga tidak melakukan apa-apa untuk mereka.

Perjuangan dimulai

Tahun 2025 saya menatapnya sangat serius. Perjalanan yang rasanya tidak mudah, apalagi semenjak rejeki diputus. Saya harus berjuang sendiri bagaimana untuk bertahan hidup.

Saya masih beruntung masih bisa memiliki tempat tinggal meski sekarang kondisinya juga sangat mengkhawatirkan dari sisi komunikasi dengan penghuni rumah lainnya.

Saya sadar bahwa pria yang dulu menghormati dan mengharga saya sudah berbeda. Ternyata menikah dapat mengubah kesadaran tersebut. Tidak heran tiap baca komik selalu dikatakan wanita menakutkan. Satu ucapannya bisa mengguncang dunia, bahkan sikap baik seorang pria.

Sebagai manusia saya sadar bahwa saya bukan siapa-siapa. Tahun 2025 hanya perlu bertahan sekuat tenaga dan berjuang sekuat-kuatnya.

Doa saya tahun 2025 adalah semoga keberuntungan selalu menyertai perjalanan yang saya jalanin.

Selamat tahun baru, sehat selalu dan sampai jumpa tahun depannya lagi.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini