Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Sensitif Terhadap Dapur yang Kotor


[Artikel 4#, kategori Pria 31 tahun] Katanya kalau nggak kotor itu nggak belajar. Sampai istilah tersebut diplesetkan menjadi sesuatu yang menyeramkan terhadap perempuan. Bisa kamu tebak sendiri maksud saya tersebut dengan kata-kata noda. Apakah kamu pemerhati dapur seperti saya?

Sebagian pria, salah satunya saya, paling tidak suka melihat dapur berantakan akhir-akhir ini. Selain terlihat jijik, ada perasaan nggak nyaman saat berada di sana. Mungkin sudut pandang saya benar, tapi tidak dengan orang lain yang sedang berusaha menghasilkan karya lewat masakannya.

Ada dua persepsi yang membayangi saya soal dapur kotor. Apakah saya harus memaksakan semua penghuni dapur untuk membersihkan setelah memasak, yang artinya ini bisa terlihat saya jahat. Dan satunya lagi, membiarkan tetap berantakan sampai orang yang memasak tadi sadar sendiri.

Kedua opsi tersebut sepertinya tidak bakal terjadi. Dan saya sebaiknya melakukan apa yang dikatakan hati nurani saya sendiri. Setidaknya, membersihkan dapur kotor membuat pikiran saya plong dan tubuh saya banyak bergerak (olahraga).

Alasan yang harus diketahui 

Semuanya pasti memiliki alasan. Tapi tidak semua orang mau bertanggung jawab terhadap alasan yang mereka lakukan. Sebelum berusaha menegur atas nama kebaikan, sebaiknya dipikirkan dulu. Banyak sisi yang harus kita perhatikan. Tapi bila yakin, sebaiknya diam dan mulailah bekerja tanpa harus memberitahukan.

Bagaimana denganmu?
Gambar : Ilustrasi

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger