Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Berangkat ke Jakarta, Launching Notebook Terbaru Asus


[Artikel 54#, kategori aktivitas] Senin menjelang siang (14/8), saya sudah harus bergegas ke bandara Ahmad Yani Semarang. Hari ini saya akan berangkat ke Jakarta bersama beberapa bloger Semarang yang akan menghadiri launching notebook terbaru Asus. Awal pekan yang menyenangkan untuk saya hari ini.

Sepertinya penampilan saya paling disorot kali ini adalah masker yang saya kenakan. Jujur, saya tidak bermaksud bahwa itu bagus. Hanya saja saat berangkat, tiba-tiba malah terkena flu. Ya, penyakit yang tidak menyenangkan untuk saya selama ini.

Saya kembali ke Jakarta seperti acara sebelumnya, yaitu acara Asus. Lagi-lagi beruntung menurut saya, mengingat banyak bloger lain yang tidak bisa mengikuti karena faktor waktunya bukan di akhir pekan.

Spesial naik Garuda


Pesawat yang saya tumpangi kali ini adalah Garuda. Ini spesial tentunya, bila mundur kebelakang pesawat yang digunakan bukan maskapai ini. Kampungan sepertinya saya ini, tapi naik Garuda bukanlah yang pertama kali buat saya.

Sebelum menuju ke bandara, saya sempat waswas karna kendaraan yang saya pesan, Uber, harus melintasi jalanan yang macet. Terutama kawasan Tugu Muda yang akan digelar acara kebangsaan.

Karena jadwal keberangkatan jam 11 siang, dan keluar rumah jam 9, sebenarnya saya tidak perlu waswas. Namun begitulah ketika trauma masih saja menyelimuti perasaan saya. Saya takut ketinggalan pesawat, mengingat saya pernah mengalaminya. Apalagi ini dibayarin, kalau hanguskan, berabe.

Bertemu Walikota Semarang

Ruang tunggu bandara Semarang memang sangat menyenangkan, terutama akses Wifi gratisnya. Kalau kamu berada di sini, coba aja akses internet gratis di sini.

Saat waktu keberangkatan sudah diumumkan, saya menyempatkan diri bersalaman dengan Walikota Semarang yang sedang berada di ruang tunggu juga. Karena beliau tidak banyak ditemani orang disekelilingnya, saya memberanikan diri bersalaman dan sekedar menyapa.

Syukurlah beliau sangat paham tentang bloger dan mengerti. Menjadi anak muda bermanfaat, kata-kata yang menyenangkan didengar sebelum saya masuk ke dalam pesawat.

Kami sudah tiba di Jakarta, foto by Twitter/rahmiaziza 

....

Dari Semarang kali ini tidak banyak seperti sebelumnya. Kami cuma berempat, ada mbak Rahmi, mbak Uniek, Ghana dan tentu saya sendiri. Alasan sederhana mengapa kami berangkat lebih karna kami tergabung dalam Blus Community. Tentang komunitas bloger Asus ini, saya sudah mengulasnya di blog dotsemarang di sini.

Kira-kira, ada cerita seru apa selama di Jakarta ? Ditunggu saja update berikutnya. Saya harus berhenti menulis ini dulu, karena sudah diwanti-wanti untuk mematikan Smartphone.


Sampai ketemu lagi.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini