Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat. Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Review Film One Week Friends
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Film ini punya cerita bagus meski bagian akhirnya bukan seperti yang saya harapkan. Dari total durasi 2 jam diputar, film ini memberi pesan tentang seberapa penting arti menulis bagi kehidupan. Film ini layak saya masukkan ke blog ini, semoga kamu juga suka.
Tak banyak film Jepang yang saya masukkan dalam tulisan saya di blog, meski beberapa kali saya menontonnya. Lain cerita film garapan sutradara Shôsuke Murakami yang dirilis Februari 2017 ini.
Film tentang pertemanan
Saya menyukai film bertema anak Sekolah. Apalagi dari negara Jepang maupun Korea, mereka selalu membuat saya tertarik. Makanya saya selalu membandingkan film Indonesia yang bertema Sekolah, apakah sesuai harapan saya atau tidak.
One Week Friends hadir dengan nuansa anak Sekolah, atau bisa dibilang anak SMA. Para pemerannya sangat familiar meski saya tidak begitu ngefasn seperti film Drama Korea. Film ini juga sebenarnya adaptasi langsung dari manga series populer bernama “Isshukan Friends” oleh Matcha Hazuki yang di publikasikan pada 21 Januari 2012 hingga 22 Januari 2015 di magazine Gangan Joker.
Haruna Kawaguchi, diplot sebagai pemeran wanita utama yang memiliki penyakit setelah kecelakaan yang pernah dialaminya di waktu SMP. Penyakitnya adalah melupakan temannya setelah hari Senin. Lihat judul film ini.
Pemeran pria utama adalah Kento Yamazaki. Sama seperti pemeran wanita, keduanya sangat familiar lewat film-filmnya yang sudah saya tonton. Dan untuk alasan inilah, saya menonton film ini.
Cerita
Kali ini bukan si cowok yang so cool, yang biasanya membuat saya tertarik menonton film Jepang. Namun si cewek yang terlihat manis meski kelihatan sombong dan tidak mau berteman.
Keduanya dimulai dengan kecanggungan di sebuah perpustakaan, saat si Kento yang berperan sebagai Hase menemukan kartu perpustakaan. Ia merasa nama di kartu tersebut adalah cewek yang cantik. Dan benar saja, beberapa saat si pemilik datang dan memandang si Hase seperti cowok mesum.
Berbagai usaha dilakukan si Hase untuk dapat berteman dengan si cewek yang tak lain tak bukan adalah Hanura yang berperan sebagai Kaori.
Ketika usahanya terus menjadi sia-sia, Hase baru mengetahui tentang permasalahan yang terjadi pada Kaori yang selama ini dikenal pendiam dan tidak ingin berteman. Apakah Hase menyerah setelah tahu bahwa Kaori akan melupakan siapa saja setelah hari Senin. (Kecuali orang tuanya).
Selain perjuangan Hase menemukan cara untuk berteman dengan Kaori, sisi pertemanan dengan sahabatnya juga menarik. Sahabatnya adalah cowok yang suka tidur di kelas namun punya otak encer saat disuruh maju. Pokoknya pintar, deh.
Kembali ke Hase, saat ia belajar di kelas, ia menemukan ide setelah mendapatkan pelajaran tentang pentingnya buku catatan. Dari sana, usahanya tidak sia-sia. Hase berhasil meyakinkan Kaori untuk bertukar buku catatan yang tujuannya saat ia lupa, ia bisa kembali membaca buku catatan yang ditulis setiap hari.
Saat semua berjalan menyenangkan, konflikpun dimasukkan. Teman-teman masa lalu, satu persatu dihadirkan. Dan salah satunya merupakan cowo yang disukai Kaori. Bagian ini, saya sedikit baper. Seperti mengingatkan saya tentang berbuat baik lebih penting ketimbang memaksakan diri terlihat benar.
Harapan Hase agar Kaori bisa terus berteman ternyata kandas setelah Kaori mulai mengingat si cowok yang ia suka dan kini berada satu Sekolah. Perayaan kelulusan menjadi momentum bagaimana perasaan penonton akan dibawa. Apakah menyukai atau tidak?
Kaori semakin sering bersama Hajime yang diperankan oleh Shūhei Uesugi, teman prianya sewaktu SMP dulu. Hase harus menerima nasib sebagai cowo seperti awal semula film ini dimulai, alias tidak dikenal.
Bagian akhir ditutup dengan Kaori yang akhirnya menyadari siapa Hase yang ia lupakan lewat sebuah buku tebal dengan gambar yang memiliki cerita saat halamannya dibuka secara cepat.
Dan inilah bagian yang saya tidak suka ketika mereka akhirnya bersatu. Itu bukan cinta, tapi hanya sebuah pertemanan yang diucapkan sebelum lagu soundtrack film One Week Friends menutup film ini.
Manfaat menulis
Dari berbagai hal yang saya sukai dari film ini, yang paling menarik adalah bagian menulis buku catatan atau diary. Menulis itu menyembuhkan. Saat seseorang seperti Kaori bermasalah pada memori otaknya dan membuatnya lupa, menulis menjadi alat efektif untuk mengingat kembali.
Ada sentuhan emosial saat kita mengingatnya meski hanya sebuah tulisan. Maka tak heran, dalam penyembuhan, terapi menulis itu sangat penting rupanya.
Sumber gambar : Gambar 1 (drakorindonesia.com) dan gambar 2 (seikawa.net)
...
Film ini mengingatkan saya pada jaman Sekolah dan saya menyadari, tidak punya kisah sebagus ini. Sebagai pria, sosok Hase yang membiarkan Kaori bersama teman cowok dari masa lalunya dan tidak menganggu merupakan bagian yang saya suka. Itulah saya, pasti juga akan membiarkan wanita yang disuka bahagia dengan pilihan mereka.
Dan ketika ikhlas membiarkan mereka bersama, saya sebenarnya tidak berharap bahwa si wanita akan datang menemui saya karena merasa gimana. Saya akan suka, saat wanita itu datang dengan sendirinya dan mengetahui betapa pentingnya saya buatnya.
Begitulah film ini memberi kesan kepada saya selain ceritanya yang memang sangat bagus. Kadang, sesekali melihat wanita mengejar pria itu menyenangkan setelah si pria melakukan banyak hal kepadanya.
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
[ Artikel 4#, kategori kopi ] Sebagai peminum kopi sachet yang berharap dapat harga lebih murah, saya tercengang bulan ini karena harganya naik. Dulu, saya bisa mendapatkannya hanya Rp6.500 saja. Sekarang? Harganya naik jadi Rp8.800. Beberapa tempat mungkin berbeda, bahkan lebih mahal. Kopi andalan dengan merek Nescafe Classic ini biasanya saya minum 2x sehari. Sekarang kudu mikir lagi. Nilai tukar rupiah melemah Saya sempat bertanya kepada pemilik warung kelontong di dekat tempat tinggal alasan harga kopi ini jadi naik harganya. Katanya itu dampak dari nilai tukar rupiah sedang melemah. Sebagai orang yang bukan dari kalangan ekonom, tentu saya tidak terlalu mengerti. Nilai rupiah melemah terhadap dollar Amerika Serikat ternyata sangat berdampak dengan kondisi barang-barang yang jadi naik katanya. Nilai rupiah sekarang, saat tulisan ini saya posting , berada di angka 16 ribuan lebih untuk nilai 1 dollar-nya. Sepertinya itu tinggi sekali, bukan? Tidak ada ampas Ada banyak merek sebenarn...
[ Artikel 3#, kategori manajement ] Mendengar istilah split, pikiran saya tertuju pada fitur video editor yang sering digunakan untuk membuat potongan video. Namun kali ini sedikit berbeda. Istilah ini merujuk pada jadwal atau absensi karyawan, terutama tentang hotel. Tulisan ini bukan tentang pengalaman saya yang sedang bekerja di hotel. Bukan, bukan. Saya masih tetap seorang pemilik blog saja atau bloger. Istilah ini saya dengar dari Dia. Sistem shift Saya benar-benar tidak mengerti awalnya ketika dia bercerita dan menderita karena sistem shift ini. Sebagai anak trainee, ia sebenarnya juga bukan kali ini memiliki pengalaman seperti ini. Hanya saja, saya yang ikut mendengarnya merasakan betapa tidak menyenangkan ketika dia mendapatkan jam split dalam kurun waktu tertentu. Dan sekarang saya sudah mengerti. Dan mencoba memahami segala aktivitasnya ketika ia mendapat giliran jam kerja seperti ini. Dari blog exxotel.wordpress.com , saya menemukan durasi waktu untuk jam split sep...
Istilah pacaran jarak jauh atau LDR sudah banyak kita dengar dan lazim. Saya pun pernah mengalaminya dan akhirnya kandas semua. Tapi kalau pasangan suami istri LDR?
Komentar
Posting Komentar