Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

CEO, Founder & Jurnalis n moderator, All in 1

Saya tak bermaksud menyalahi kodrat untuk mengambil semua tugas. Yang saya tahu, dotsemarang harus bergerak. Mau sama siapa atau tanpa siapapun. Setidaknya, inilah dedikasi saya untuk sebuah pekerjaan.

Saya hampir selesai membaca buku detikcom tulisannya pak Sapto. Beliau adalah orang detikcom saat awal-awal berdiri. Dari buku tersebut rasanya saya cengeng kalau mengeluh saat ini. Beliau lebih hebat lagi meski pekerjaannya fokus sama jurnalis dan internet.

Membangun dari awal sebuah trend tentu harus berdarah-darah atau juga malah dapat keberuntungan. Tahun 2013, tahun dimana semuanya bekerja dan teman-teman saya mulai meninggalkan saya, pikiran saya hanya fokus, mau dibawa kemana dotsemarang.

Sebagai CEO, saya menghandle berbagai pekerjaan yang biasa dilakukan dengan bertemu klien, menghandle konten, rekan dan event. Sedangkan sebagai founder, nilai tanggung jawab saya adalah mempertahankan bahwa dotsemarang tetap ada.

Lalu jurnalis, mengingat saya sekarang hanya berempat, ada Ismi, Amar dan kini masuk Hamdun, praktis untuk liputan saya handle sendiri. Saya pergi kesana kemari hanya untuk meliput dan kemudian menuliskannya. Pekerjaan yang seabrek tersebut memang melelahkan tapi mau gimana lagi. Mau cari rekan baru takut gak mampu bayar.

Terakhir adalah moderator. Pekerjaan ini cukup menyita waktu tapi menyenangkan. Mulai dari tulisan yang diupdate perhari, blog, website, akun twitter, foto-foto dan facebook. Tak ketinggalan mengecek email. Benar-benar repot.

Inilah pekerjaan saya dengan dotsemarang tahun 2012-2013. Tak ada yang menyangka kalau saya bisa melakukannya semua. Entah, sampai mana saya bertahan menggerakkan badan ini supaya tetap tahan.

Dari semua yang saya kerjakan, tentu saya memiliki banyak pengalaman menarik. Dan saya berharap, tulisan ini akan menjadi cerita saya kelak.

📝 Halaman diperbarui tanggal 29 Juni 2024.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☕ Cerita Juli: Memulai Misi Hemat Bersama Kopi Luwak Sachet

📌 Sekali Seumur Hidup: Menjaga Asa Menikah di Usia 40 Tahun