Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

09:00 - Antara Obsesi dan Ambisi



Karena obsesi, waktu bagi saya adalah uang. Waktu seolah bekerja disekitar saya tanpa mengenal ampun. Waktu tak mengenal belas kasih atau menunggu. Yang jelas, waktu lebih saya hormati ketimbang pacar sekalipun.


Tahun ini, saya terlalu berani bermain dengan kekuasaan yang saya bangun. Meski baik kedepannya, saya juga harus menerima konsekuensi atas apa yang saya lakuin. Ditinggal orang-orang disekitar.

Keluarga saja, rela saya tinggal apalagi cuma teman atau rekan. Izinkan saya, setiap pukul 09.00 pagi, saya sudah berada di kantor dotsemarang. Obsesi saya tidak main-main untuk menjadikan dotsemarang ladang pekerjaan saya.

Buat yang membaca ini, rekan atau sahabat, silahkan anda kecewa dengan saya. Tapi, selama menghargai waktu, saya akan menghargai anda. Tetap semangat dan terus berusaha. Jangan pernah mengalah dengan waktu

Spirit!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini