Catatan

Pria (Tidak) Berharga

Gambar
Saya melihat teman lama yang perutnya membuncit sedang menggendong anaknya. Terlihat senyumnya yang lepas seakan mengatakan bahwa dialah yang paling bahagia di dunia ini. Sebuah pesan kepada para lelaki bahwa ia sudah tiba digaris akhir seorang pria sukses. Lalu, kapan kamu? Entahlah, saya juga bingung mengapa saya berjalan tidak pada semestinya seperti para pria lainnya yang kerap kali membagikan momen-momen bahagianya dengan pasangan dan anak kesayangannya. Memiliki istri yang rupawan, apalagi setia, cakep tuh disebut keluarga kecil yang bahagia. Inilah kekurangan pada diri saya yang mengaku hebat dalam konsistensi, tapi sulit ekonomi. Pria (tidak) berharga Saya kembali memulai perjalanan baru sebagai pria yang kini menginjak usia 38 tahun. Apa yang akan terjadi sepanjang tahun, saya harap itu sangat berharga.  Di umur sekarang ini, saya percaya bahwa 'laki-laki sukses ada keluarga dibelakangnya yang hebat'. Saya merenung sesaat, andai saja saya bisa kembali mengulang waktu s...

Ngeblog di Kampus



Masalahnya sederhana, saya hanya ingin nulis alias ngeblog. Tapi mau gimana lagi, ketika waktu terampas dengan yang namanya sebuah kepedulian dan atas nama kebaikan. Alhasil, beberapa hari ini saya menempati suasana baru dalam hal tulis menulis di dunia maya.


Kampus! Itulah tempat yang saya alami dalam beberapa hari ini setelah diberi amanat untuk menemani saudara ke kampus. Jam kerja yang seharusnya jam 9 udah dikantor tergantikan oleh suasana yang baru. Alhasil, beginilah saya saat ngeblog di kampus.


begitu lengkap peralatan yang saya bawa. Dan itulah semua barang saya
 

Butuh colokan listrik saat dikampus. Beruntung ada taman kampus yang nyediakan colokan listrik.
 

Ini ngeblog didalam mobil, dibalik setir






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Istilah Cinephile

Akhirnya Mereka Mudik Juga

Pria (Tidak) Berharga

[Review] One Day, Film Korea Tentang Pertemuan Pria dengan Wanita Koma yang Menjadi Roh