Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Bersepada ke Kantor




"Ada perbedaan antara minat dan komitmen. Saat Anda tertarik melakukan sesuatu, Anda mengerjakannya hanya jika situasi mengizinkan. Tetapi saat Anda berkomitmen melakukan sesuatu, Anda tidak menerima alasan, hanya hasil" - Anonim


Seperti biasa, waktu udah menunjukkan pukul 9 pagi. Ini waktunya saya harus ke kantor dotsemarang. Kantor mungil yang dibuat oleh orang-orang tengil. Orang-orang yang memiliki mimipi, angan-angan, cita-cita dan harapan bahwa apa yang dikerjakannya kelak akan berhasil.

Saya sudah berkomitmen penuh untuk mengejar cita-cita saya ini. Komitmenlah yang menginspirasi saya mengeluarkan kemampuan terbaik. Komitmen lah yang mengajarkan saya rela berkorban untuk apa saja.

Seperti hari ini, saya bersepeda. Saya harus berkorban untuk kepentingan pribadi saya antara ke kantor dengan motor atau sepeda motor dipake amar. Semenjak kuliah, amar sekarang lebih condong ke bangku yang dulunya pernah saya tinggal.

Ah, udahlah pikir saya. Biarkan dia kembali kuliah seperti ia yang katakan saat di Kalimantan. Sekarang saya tak perlu repot ngurusin dia, toh dia udah ngambil sikap seperti rekan-rekan lainnya. Saya bukan dewa atau malaikat yang harus mencatat tiap harinya.

Jarak kantor sangat dekat, sekitar 15 menit sudah sampai jika harus naik sepeda. Lagian, naik sepeda membuat tubuh sehat juga :D. 



Komitmen juga memberikan kekuatan. Tidak peduli apa pun yang kita hadapi, sakit, kemiskinan, atau bencana, kita tidak akan teralih dari tujuan kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger