Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

13.00




Kipas angin masih saja setia berputar tanpa henti. Suara lagu mulai galau disiang hari. Entah, siang ini ada apa dengan matahari yang begitu menyengat. Seolah lupa, dibumi ada saya yang sedang berusaha berjuanga mencari keadilan sebagai laki-laki.


Hei matahari, tahukah kamu kalau aku disini kepanasan.
Keringat bercucuran tanpa henti, tak malu kah kau atau merasa kasian kepadaku.

Rabu - 20 Maret 2013
Waktu yang terlihat di laptop hanya bisa diam duduk bersandar lemari

Aihh panas sangat ini!

**sendiri tanpa mereka yang berlari

Komentar

  1. Kalem bray...
    Panas atau pun hujan, sama-sama karunia Allah..

    Nggak perlu dikeluhin salah satunya..

    salam olahraga.. :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini